Seputar Jabar

Berita Terbaru

Gondol Medali Emas Dengan Penelitian Helm Bambu

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Senin, 27 Mei 2013 | 12.45

JAKARTA - Kepedulian terhadap lingkungan membawa Jeffry Wicaksana (16 tahun), dan Sheren Devina Soenario (17 tahun) menjadi peraih medali emas, pada Kompetisi 1st International Science Project (1st ISPro). Dua siswa SMA Laurentia Serpong, yang tergabung dalam satu tim ini, mengusung proyek penelitan Helm Bambu. Judul penelitiannya adalah Bamboo Helmet From Composite Material.

Ditemui seusai pemberian medali pada acara penutupan 1st ISPro, di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (23/5). Jeffry, demikian siswa kelas XI ini dipanggil, menuturkan alasan pemilihan materi bambu untuk pembuatan helm. Menurut dia, kuantitas penggunaan motor sebagai alat transportasi berkembang pesat, diikuti dengan jumlah produksi helm sebagai alat pengaman saat berkendara motor.

Saat ini, plastik sangat mendominasi untuk pembuatan sungkup (batok) helm. Akibatnya, jumlah sampah plastik akan bertambah, padahal plastik sulit didaur ulang. "Jadinya, kami berpikir kenapa tidak coba diganti, maka dipilih bambu, karena banyak bambu di sekitar, penggunaannya juga sudah banyak,"ungkap Jeffry. Sheren, siswi yang berada di kelas XII, pun menambahkan, "Penggunaan bambu itu dapat mengurangi jumlah penggunaan plastik sebesar 55 persen."

Secara sepintas, sungkup helm dari bambu ini memang diragukan daya tahan terhadap tumbukan, apabila terjadi kecelakan.  Keraguan tersebut ditepis mereka. "Helm ini sudah lulus uji Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk daya tahannya," ujar Sheren.

Masih menurut gadis berambut panjang ini, pada saat terjadi tumbukan, bahan bambu yang dipakai lebih elastis. Jadi, ketika terjadi tumbukan di kepala, efek yang ditimbulkan dapat lebih kecil. "Kalau ada tumbukan, retak pada helm pasti ada, hanya kemungkinannya lebih kecil dibanding helm plastik," dia membandingkan.

Kepada media, Jeffry menjelaskan proses pengolahan bahan dasar bambu, hingga menjadi sungkup helm. Pertama, mereka menggunting lembaran anyaman bambu menjadi empat sisi. "Bentuknya yang seperti tikar itu loh," tambahnya. Kemudian, hasil guntingan ditekan ke dalam cetakan bulat yang sudah biasa digunakan untuk membuat helm. Setelah tercetak, sungkup itu diberi perekat, yang juga ramah lingkungan. Terakhir, sungkup itu dijemur selama beberapa minggu, lalu diberi aksesori pelengkap untuk helm.

Sheren menambahkan, "Memang pembentukan kerangka itu, kami bekerjasama dengan pabrik, yaitu pada pabrik yang produksi merk SHC helm." Hal itu dilakukan karena helm ini belum dipatenkan.

Seusai meraih medali, mereka sangat berharap hasil penelitian ini tidak berhenti begitu saja. "Mudah-mudahan dapat diproduksi secara massal," harap Jeffry. Untuk itu, penelitian lanjutan sangatlah perlu dilakukan, seperti uji penempatan suhu, dan keringanan. Sheren mengatakan, "Dan penelitian untuk itu akan membutuhkan waktu yang sangat panjang." Menyadari itu, gadis berambut panjang ini berminat melanjutkan pendidikannya terlebih dahulu, lalu melanjutkan penelitian tersebut. "Saya sudah diterima di City University Of Hongkong, nanti kalau sudah lulus saya ingin menjadi penjual helm saya ini," harapnya optimis. (LY/DIKBUD)

PKBM Berdayakan Penghuni Lapas

BANJARMASIN - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) layaknya ada di tengah-tengah masyarakat, namun yang menjadi istimewa adalah PKBM pun merangkul penghuni lembaga permasyarakatan (lapas).

Seperti halnya PKBM Lapas Teluk Dalam yang berlokasi di Lapas Kelas II A Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fakta yang ada adalah masih banyaknya warga lapas yang terputus pendidikannya. Karenanya PKBM dapat berperan dalam memberdayakan komunitas, khususnya warga lapas, melalui kegiatan-kegiatan pendidikan nonformal dan informal.

Menurut pengelola PKBM Lapas Teluk Dalam, Renaldi, warga lapas sangat perlu mendapatkan pembinaan dan bekal keterampilan praktis sebagai dasar penopang hidup mandiri sehingga kelak mampu beradaptasi dalam pembangunan.

Misalnya, bagi mereka yang putus SD-SMA dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, termasuk keaksaraan fungsional (buta aksara) dan kecakapan hidup (life skill).

Program kecakapan hidup diantaranya: sablon, pertukangan, bengkel mobil dan motor, menjahit, pembuatan kue, bahkan digital printing.

Diharapkan, program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup warga lapas dalam hal berfikir, berkomunikasi, dan berinteraksi secara wajar baik selama masa pembinaan, atau ketika kembali ke kehidupan masyarakat.

Saat ini, PKBM diutamakan bagi warga lapas yang sisa pidananya lebih dari 2 tahun, dengan tujuan agar mereka dapat langsung direkrut sebagai tenanga kerja. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemauan dan semangat yang tinggi untuk bekerja. (LY/DIKBUD)

Warisan Budaya Dunia Harus Miliki Outstanding Universal Value

MAGELANG - Sebagai salah satu unit pelaksana tehnis (UPT) pusat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Balai Konservasi Borobudur memegang peran yang sangat strategis dalam konservasi cagar-cagar budaya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2012, Balai Konservasi Borobudur mempunyai tugas pokok melaksanakan kajian di bidang konservasi, tehnik sipil, arsitektur, geologi, biologi, kimia, arkeologi, dan melaksanakan pelatihan tenaga teknis konservasi serta perawatan Borobudur dan peninggalan purbakala lainnya.

Menurut kepala Balai, Marsis Sutopo saat ditemui pada saat perayaan Hari Raya Waisak di candi Borobudur, Magelang (25/05), Balai juga melakukan bimbingan tehnis kepada konservator, pemugar, dokumentator, satpam khusus cagar budaya warisan dunia, termasuk bimbingan teknis dalam penanggulangan bencana yang terjadi di daerah cagar budaya, dan lain sebagainya.

Selain itu, Balai secara langsung merawat dan memelihara Candi Borobudur yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai  warisan dunia, serta Candi Mendut dan Pawon. "Termasuk memantau kawasan warisan budaya hingga radius 10 km. Secara keruangan, kawasan Borobudur diatur Kementerian Pekerjaan Umum sebagai kawasan strategis nasional," ujar Marsis.

Perawatannya pun harus sesuai dengan standar warisan dunia. Oleh karena itu, Balai juga harus melakukan menjaga keterawatan (state of conservation) sesuai dengan konvensi internaisonal standar UNESCO untuk warisan dunia.

"Warisan budaya dunia harus mempunyai outstanding universal value. Kita harus menjaga keaslian dan integritas cagar budaya tersebut. Tidak boleh dibongkar dan diganti barang baru. Karena itu integritas harus dijaga," tegas Marsis.

Dalam hal pemantauan dan monitoring kawasan candi, Balai bertanggung jawab terhadap Zona I. Untuk zona di luar Zona I dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam operasional nya dilaksanakan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Dilihat dari posisi candi Borobudur, dalam konteks pemanfaatan pariwisata diarahkan kepada wisata edukatif dan pemanfaatan fungsi ekonomi. "Tujuannya agar dapat membudayakan manusia, menyejahterakan masyarakat sekitar. Jadi, diharapkan kita semakin menghargai kebudayaan," jelasnya.

Adapun program-program sosialisasi mengenai Borobudur dan hal-hal yang melingkupinya kepada masyarakat, diantaranya melalui studio restorasi, pameran-pameran, program apresiasi candi melalui lomba-lomba, termasuk kerja sama dengan LSM sekitar. Tidak hanya itu, Balai juga mempunyai program sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah di sekitar kawasan Borobudur. (ly/dikbud)

Dapat Medali Emas Berkat Limbah Tempe

JAKARTA - Siapa yang menyangka jika dari memanfaatkan limbah tempe dapat mengantarkan dua pelajar SMA Negeri 3 Semarang, Allice Fajri Chynthia Sari dan Primananda Rahmalida meraih medali emas di ajang internasional? Kedua pelajar tersebut berhasil mengubah limbah tempe dan gulma menjadi pupuk organik yang bersifat ramah lingkungan, karena tidak menimbulkan residu.

Penelitian yang memakan waktu hampir enam bulan tersebut, mereka bawa dalam 1st International Science Project Olympiad(ISPrO) yang digelar di Jakarta pada 19-24 Mei 2013. Penelitian itu mereka beri judul  "The Utilization of Industrial Tempe Liquid Waste and Mimosa pudica (touch-me-not) as Raw Materials for Manufacturing Liquid Organic Fertilizer".

Allice mengaku cukup terkejut ketika namanya dipanggil sebagai salah satu penerima medali emas di ajang yang mempertemukan para peneliti muda dari 22 negara tersebut. "Kami sebenarnya memang memasang target mendapat medali emas, namun, saat nama kami disebutkan, kami cukup kaget, ternyata beneran bisa dapat medali emas," ujar gadis berkacamata ini saat ditemui usai acara penutupan ISPrO, Jumat (24/5) di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta.

Ia menjelaskan, penelitian yang mereka lakukan bertujuan untuk mengurangi limbah cair dari industri pembuatan tempe yang saat dibuang dapat menimbulkan bau tidak sedap bagi lingkungan sekitar. Selain itu, mereka juga ingin mengontrol pertumbuhan gulma yang mengganggu produksi lahan pertanian tertentu. "Keunggulan pupuk organik yang kami buat ini adalah ramah lingkungan serta dapat memperbaiki struktur tanah yang ditanami oleh tumbuhan yang diberi pupuk tersebut," ungkap pelajar kelas XI ini.

Allice menuturkan, medali emas yang diperolehnya ia tujukan terutama untuk sang ibu yang selalu memberikan dukungan. "Kebetulan besok adalah ulang tahun ibu saya. Semoga medali emas ini dapat menjadi kado yang membahagiakan bagi ibu," ungkap Allice.

Sementara itu, rekan satu timnya, Primananda mengatakan, medali emas yang dikalungkan langsung oleh Wakil Menteri bidang Pendidikan, Musliar Kasim ini ia persembahkan untuk kedua orangtua dan teman-temannya. Prima, demikian gadis berambut panjang ini biasa disapa, mengaku pengalaman berharga ini akan ia jadikan sebagai pemicu untuk berkarya lebih baik lagi. (ly/dIKBUD)

Mendikbud: Bersyukur itu Tidak Boleh Membangkitkan Kemubaziran

JAKARTA - Proses pemindaian hasil ujian nasional (UN) telah rampung dilakukan. Hasil secara nasional pun telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, kepada publik, Kamis (23/05). Dan teknis pengumuman kepada siswa, Mendikbud mengatakan, mekanismenya diserahkan kepada sekolah masing-masing.

"Kami sudah memberi kewenangan penuh kepada sekolah untuk mengumumkannya. Termasuk untuk sekolah di 11 provinsi yang tertunda UN nya kemarin," kata Mendikbud saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Kamis (23/05).

Kepada siswa-siswi yang telah berhasil lulus ujian, Mendikbud berpesan agar mengekspresikan kegembiraannya dengan cara yang tidak berlebihan. Terutama untuk seragam sekolah, dihimbau agar tidak dicoret-coret. "Kalau bersyukur itu tidak boleh yang membangkitkan kemubaziran. Kalau sudah berhasil, bajunya dilepas dan diberikan kepada adik-adiknya yang lain," tuturnya.

Untuk siswa yang belum berhasil akan diberi dua kesempatan. Pertama, bisa mengikuti ujian Paket C yang akan diselenggarakan pada bulan Juli mendatang, atau bisa mengulang ujian nasional tahun depan. "Tidak perlu putus asa, ini bagian dari perjalanan hidup. Persiapkan diri saja untuk ujian paket c," jelasnya.

Ketidaklulusan peserta UN disebabkan oleh dua hal. Pertama, rata-rata nilai di bawah 5,5, dan atau salah satu mata pelajaran atau lebih bernilai di bawah 4. Rumus penilaian juga tidak berubah, nilai akhir merupakan gabungan 60 persen UN murni ditambah 40 persen nilai sekolah. "Syaratnya sama, nilai akhir rata-rata 5,5, dan tidak boleh ada nilai masing-masing mata pelajarannyanya di bawah 4. Jadi meskipun ada dapat 8 tapi ada juga dapat 3, tetap tidak lulus," kata Mendikbud. (ly/dikbud)

Gagalkan Pemerkosaan, 2 Siswa Madrasah dan 1 Siswa SMP Terima Laptop

JAKARTA - Direktur Pendidikan Madrasah Dedi Djubaedi memberikan apresiasi kepada 3 palajar yang menggagalkan aksi pemerkosaan yang menimpa seorang remaja putri di bawah umur. Masing-masing dari mereka mendapatkan sebuah laptop.

Ketiga pelajar itu ialah Ilham Maulana, Muhammad Abdul Aziz, dan Abdurrahman Assegaf.

Ilham Maulana dan Muhammad Abdul Aziz adalah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Fathan Mubina Ciawi. Sedang Abdurrahman adalah siswa SMP Negeri 3 Ciawi, Jawa Barat.

"Kita memberikan sebuah laptop supaya menunjang mereka dalam menambah informasi tentang pendidikan," kata Direktur Madrasah dalam sambutan saat jumpa pers di Kantor KPAI, Jl. Teuku Umar Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).

Kepada ketiga pelajar tersebut, Dedi Djubaedi berpesan, sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat kepada sesama. "Khoirunnas anfa'uhum linnas," ujar Mantan Rektor IAIN Ambon ini.

KPAI sendiri, dalam kesempatan yang sama juga resmi menobatkan 2 siswa MTs dan 1 SMP itu sebagai pejuang perlindungan anak. (LY/depag)

Cimahi Wakili Jabar di Pameran ICT-USO Nasional 2013

CIMAHI - Masyarakat dan Pemerintah Kota Cimahi patut bangga. Dalam Kegiatan Pameran Teknologi Informasi Komunikasi Untuk Kewajiban Pelayanan Universal atau ICT Universal Service Obligation EXPO 2013 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung tanggal 23-25 Mei 2013, Kota Cimahi dipercaya untuk mewakili Provinsi Jawa Barat.
 
"Dalam Pameran ICT Nasional tersebut, kami menampilkan aplikasi e-government dan animasi hasil karya siswa SMKN 2 Kota Cimahi. Kelebihan aplikasi e-government Kota Cimahi adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukannya di kelurahan," kata Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Data Elektronik (KPDE) Kota Cimahi, Chanifah Listryani kepada wartawan.
 
Chanifah Listryani menjelaskan, Pemerintah Kota Cimahi telah ditunjuk oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memaparkan konsep-konsep dalam pengembangan teknologi informasi.
 
"Kami berharap produk-produk IT Kota Cimahi lebih dikenal oleh khalayak luas dan berkontribusi bagi percepatan ekonomi di Kota Cimahi," katanya.
 
Pameran Teknologi Informasi Untuk Kewajiban Pelayanan Universal atau ICT Universal Service Obligation EXPO 2013 yang digelar oleh Kemenkominfo itu, diikuti 130 perwakilan sejumlah daerah di Indonesia. Pada pameran ini, Kemenkominfo memperkenalkan dua teknologi unggulan berupa digital forensik dan tv digital. Teknologi digital forensic untuk antisipasi serangan hacker yang saat ini setiap harinya mencapai 1 juta orang. Bahkan teknolgi tersebut bisa memproses mereka yang berniat jahat tersebut.
 
Sedangkan tv digital karena kita akan mulai take off tv digital pada tahun 2014 mendatang dan mulai tahun 2015 semua produsen televisi tidak akan lagi memproduksi televisi analog. Sehingga pemerintah harus mengantisipasinya jauh-jauh hari. (LY/jbr)

Tim Media Taradisional Jabar Sabet Pemenang Pemeran Wanita Terbaik

MEDAN  - Melalui peran Dayang Sumbi, Tim kesenian media tradisonal Provinsi Jawa Barat kembali tampil menjadi pemeran wanita terbaik dalam  festival pertunjukan rakyat tingkat nasional di kota Medan dalam acara Pekan Informasi Nasional (PIN) yg digelar Kemenkominfo 24-28 Mei. Selain itu, Jawa Barat kembali meraih posisi ke dua dalam festival ini. 
 
Team kesenian yang dikirim mewakili Jawa Barat adalah mitra kerja Dinas Kominfo Prov. Jabar yakni FK METRA (Forum Komunikasi Media Tradisional), dibawah asuhan Benny Buldansyah. Team berhasil menyuguhkan pertunjukan rakyat tradisional yang atraktif, dengan mengangkat legenda rakyat Jabar yang sangat terkenal, Sangkuriang.  Sebuah legenda yang sarat akan nilai2 moral dan nilai sosial, yakni nurani yang teguh memegang janji dan masyarakat sunda yang menjunjung tinggi norma serta hubungan kekerabatan.
 
Kepala Dinas Kominfo Prov. Jabar, Dr. Dudi Sudrajat Abdurachim, MT, mensyukuri anugerah ini dan mengucapkan terima kasih kepada segenap artis pendukung seni pertunjukan rakyat tradisional. Kemenangan ini merupakan aktualisasi dari keberhasilan Pemprov Jabar dalam membina, mengembangkan dan melestarikan seni pertunjukan rakyat tradisional sebagai media komunikasi pembangunan di Jabar.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang SKDI, Karso Saminurrahmat mewakili Kepala Dinas Kominfo Prov. Jabar menerima piala dan hadiah berupa uang pembinaan. Dikatakannya, sejak tahun 2008 Dinas Kominfo membina dan memanfaatkan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) sebagai media diseminasi informasi kebijakan pemerintah dan isu strategis pembangunan. Disamping itu dapat menjadi jembatan promosi, dan media mengangkat budaya, etika dan moral bangsa.
 
Kemenangan ini juga menjadi motivasi bagi para penggiat seni pertunjukan rakyat tradisional di Jawa Barat untuk terus mengembangkan dan mengasah kemampuan dalam menyuguhkan pertunjukan yang berkualitas. Walau dalam kemasan modern tetapi tetap berpegang teguh pada pakem nilai tradisional masyarakat. (ly/jbr)

IDI Gelar Hari Bakti Dokter Indonesia

BANDUNG - Pemprov. Jabar dengan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia Jabar (26/5) menggelar peringatan Hari Bhakti Dokter Indonesia tahun 2013 bertempat di Halaman Kantor PTPN V111, Jalan Ir.
Djuanda Kota Bandung.

Terkait dengan penyelenggaraan peringatan Hari Bhakti Dokter, Kadinkes Jabar, Alma Lucyati ketika dihubungi jabarprov.go.id di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan peringatan Hari Bakti Dokter tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Pemeliharaan kesehatan dalam konteks pembangunan sektor kesehatan mememang peranan penting, dengan pemelijaraan kesehatan yang berkualitas Angka Harapan Hidup (AHH) kian meningkat. AHH, Jabar dalam kurun waktu terakhir mengalami peningkatan, di tahun 2011 AHH Jabar sebesar 68 tahun dan di tahun 2012 meningkat menjadi 68,8 tahun.

Terjadinya peningkatan AHH dipengaruhi oleh tercapainya beberapa kemajuan program target kesehatan yaitu penurunan angka kematian ibu melahirkan, penurunan angka kematian bayi dan penurunan status gizi buruk serta meningkatnya jumlah jamban keluarga, air bersih dan pola hidup bersih dan sehatm Alma, lebih lanjut memaparkan kendati AHH terus meningkat, berbagai jenis penyakit masih patut diwaspai. Trend perkembangan penyakit terkini seiring dengan meningkatnya AHH, dari jenisnya mengalami perubahan semula pemyakit yang disebabkan infeksi menular, kini jenis
penyakit yang muncul adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor usia atau regeneratif seperti hipertensi dan stroke. Terkait dengan kondisi tersebut, sebagai solusinya kepada masyarakat dihimbau tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Penyakit lainnya yang masih patut diwaspadai adalah penyakit berat seperti kanker, berkenaan dengan penyakit tersebut dari hasil evaluasi atas perkembangan penyakit tersebut disebabkan oleh perubahan pola hidup masyakarat seperti kebiasaan merokok dan menyantap makanan cepat saji sehingga akibatnya gangguan pencernaan terganggu. Untuk
mengantisipasi berjangkitnya penyakit tersebut kepada masyarakat dihimbau kembali mempergunakan makanan yang alami dan hindari makananyang mengandung kimia, lemak dan berwarnam Dukumngan pemerintah dalam mengatasi merebaknya penyakit berat sudah maksimal, bagi masyarakat kurang dan tidak mampu sudah dapat difasilitasi melalui Jamkesmas dan Jamkesda. Fasilitas layanan tersebut bisa mengcover semua layanan kesehatan yang dibutuhkan asal masyarakat jujur, jangan mengaku tidak mampu kalau kondisi ekonomi yang sebenarnya mampu.

Alma, dalam bagian lain keterangannya mengatakan berkenaan dengan peringatan Hari Bhakti Dokter untuk memacu peningkatan kualitas pembangunan sektor kesehatan diperlukan kerjasama yang sinegis antara dokter dengan seluruh potensi yang ada di masyarakat. (Ly/Jbr)

PPK Subang : Timses Harus Rapih Susun Berkas Cabup

SUBANG - Tim sukses para calon Bupati Subang diharapkan supaya bisa lebih lagi dalam menyusun berkas persyaratan. Sehingga dalam proses verfikasi dan koordinasi berkas bisa lebih akurat dan cepat selesai. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang anggota Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Subang, Indra Gumilang kepada Jurnal KPU di kantor PPK Subang, Selasa (21/6). Menurut Indra terutama dialami ketika melakukan verifikasi calon dari perseorangan alias independen yang diwajibkan menyertakan fotocopy KTP hak pilih dalam berkas persyaratan. Misialnya dalam daftar tercantum di nomor 1 tetapi dalam lampirannya ada di lembar lain.

"Kami temui banyak lampiran KTP yang urutannya tidak sesuai dengan daftar yang dibuat. Ini membuat kami kesulitan dalam mencocokan," ujarnya menjelaskan. Baginya ini cukup menyulitkan PPK dalam melakukan verfikasi.

Kemudian Indra menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi PPK di lapangan dalam melakukan tugas verifikasi. Diantaranya sering kami menemukan warga tidak ada di tempat. "Sehingga kami harus mendatanginya lagi untuk memastikan," tambahnya.

Verifikasi calon perseorangan, lanjut Indra, untuk pasangan Atin – Nina telah dilakukan di 6 kelurahan dan untuk pasangan Hade telah dilaksanakan di 3 kelurahan. Hasilnya akan diketahui pada tanggal 3 Juni mendatang.

Lebih jauh Indra menjelaskan sesuai dengan Peraturan KPU Subang apabila jumlah dukungan para calon tidak memenuhi syarat akan dikenakan "hukuman" supaya menambah jumlah 2 kali lipat dari jumlah dukungan yang ada. (Teddy)

Pantai Ganting Minimnya Fasilitas Pendukung

SIMEULUE - Satu lagi objek wisata yang sering dikunjungi masyarakat Kabupaten Simeulue pada hari libur maupun hari libur nasioanl yakni Pantai Ganting yang terletak di Desa Ganting Kecamatan Simeulue Timur dapat ditempuh perjalanan sekitar  15 – 20 menit dari pusat kota sinabang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berjarak ± 10 Km.

Namun, pantai ganting ini masih minim fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung  yang belum memadai.

Padahal, objek wisata pantai ganting tersebut merupakan daerah pantai dan laut yang membutuhkan sarana keamanan untuk mengawasi segala kemungkinan terutama pengunjung yang sedang menikamati mandi di laut serta belum tersedianya cinderamata bagi pengunjung yang ingin membeli sebagai oleh-oleh atau buah tangan.[MON]

Iwan, Caleg Partai Hanura : PKL Itu Harus Dibina

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Selasa, 21 Mei 2013 | 21.10

BANDUNG – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung seperti tidak habis-habisnya. Beberapa kali Satpol PP menertibkan, seribu langkah PKL mengamankan diri dari kejaran petugas. Hal ini menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi aparat pemerintahan.

Namun tidak demikian dengan Iwan Suhermawan, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bandung. Iwan menuturkan, membenahi PKL bukan hanya harus ditertibkan saja melainkan harus dibarengi dengan pembinaan, ujar iwan kepada wartawan di kediamannya, Selasa, (21/05).

Iwan, Caleg Dapil I yang meliputi Kecamatan  Andir, Cicendo, Sukajadi dan Sukasari lebih lanjut mengatakan, PKL mempunyai hak untuk mencari penghidupan. Namun, mereka juga harus taat peraturan, lanjut Iwan.

Sedangkan mengenai peredaran minuman keras yang kerap menjadi biang keributan, Iwan yang maju dari Partai Hanura ini memaparkan, seandainya terpilih, Iwan dan anggota dewan yang lain akan melakukan pengawasan ketat dan boleh beredar hanya dihotel berbintang.Tidak di masyarakat umum. (LY)


Heryawan Teken Kesepakatan Pengendalian Ranmor


BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Selasa (21/5) menandatangani Naskah kesepakatan tentang Pengawasan dan Pengendalian Kendaraan Bermotor Angkutan Barang di Wilayah Jawa Barat, bertempat di Ruang rapat Sangga Buana Gedung Sate Bandung.

Kesempatan tersebut ditanda tangani antara para pengusaha angkutan barang, produsen barang dan instansi berwenang bersepakat untuk melakukan pengawasan dan pengendalian muatan di Wilayah Pembangunan I meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Beberapa butir kesepakatan yang berhasil dibangun diantaranya: pertama mengoperasikan kendaraan dengan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan dengan muatan tidak melebihi jumlah berat yang diijinkan (JIB) dan Muatan Sumbu Terberat (MST) maksimal 8 ton dan dimensi kendaraan sesuai dengan buku uji kendarfaan bermotor.

Kedua, mematuhi jam operasional pengangkutan barang dengan waktu yang ditentukan, yaitu dari Pukul 20.00 sd 05.00 WIB untuk jenis kendaraan angkutan barang dengan jumlah berat yang dizinkan (JIB) di atas 20 ton pada ruas jalan yang akan ditentukan kemudian serta tidak beroperasi pada Hari Minggu.

Dalam kesepakatan tersebut, dijelaskan pula mengenai pasal sanksi bagi mereka yang melanggar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Gubernur berharap kepada para pihak yang telah menandatangani kesepakatan tersebut untuk menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Kemudian untuk menjalankan kesepakatan ini diperlukan uji coba dan sosialisasi sebelum dilakukan penindakan di lapangan, sambungnya.

Dalam pengarahan sebelum menandatangani kesepakatan tersebut, Gubernur menyampaikan beberapa permasalahan sebagai background informasi perlunya kesepakatan tersebut.

Menurut Gubernur, permasalahan tersebut adalah adanya berbagai kerusakan jalan yang dibangun akibat dilalui kendaraan yang bermuatan lebih. Permasalahan lainnya adalah banyaknya keluhan dan pengaduan dari masyarakat tentang kerusakan jalan yang menimbulkan kerawanan kecelakaan. Maka atas permasalahan tersebut, perlu kesepakatan antara para pengusaha angkutan barang dan produsen barang dengan pihak instansi berwenang untuk mengawasi dan mengendalikan kendaraan bermotor.

Selain Gubernur, kesepakatan tersebut ditandatangani pula oleh perwakilan dari Panglima Lodam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar.(LY/JBR)

Kakanwil Jamsostek, Teguh Purwanto Berikan Pelajaran Untuk 600 Siswa


BANDUNG - Bertempat di SMAN 3 Sumedang – Jln. Prabu Geusan Ulun,Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek Junaedi didampingi Kakanwil Jamsostek Jabar Teguh Purwanto memberikan pengajaran di hadapan +/- 600 siswa/siswi SMAN 3 Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Direksi Mengajar (GDM).
 
Gerakan Direksi Mengajar (GDM) dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, tujuan Gerakan Direksi Mengajar (GDM) dimaksudkan untuk menginspirasi melalui berbagai cerita tentang profesinya. Nilai yang ditanamkan dalam Gerakan Direksi Mengajar ini antara lain kejujuran, kerja keras dan tekad yang kuat.
 
Disamping itu juga PT. Jamsostek memberikan bantuan CSR senilai Rp. 25.000.000,- dalam bentuk peralatan Sound System. Peralatan ini adalah perlatan yang diperlukan sekolah untuk menunjang kegiatan Pentas Seni dan Budaya yang rutin diadakan siswa/siwi SMAN 3 Sumedang.
 
Kakanwil Jamsostek Jabar Teguh Purwanto yang didampingi Ka. Pemasaran Wilayah Jamsostek Jabar Bambang Kenharto juga menyampaikan bahwa Jamsostek selain memberikan CSR kepada Masyarakat Umum juga memberikan CSR untuk peserta Jamsostek dan Keluarganya. CSR yang ditujukan untuk peserta dan keluarganyaadalah dengan memanfaatkan dan menggunakan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP-KB) dan Pinjaman Renovasi Rumah (PRR-KB).
 
Direktur Kepesertaan Junaedi menyampaikan bahwa Gerakan Direksi Mengajar ini merupakan tindak lanjut surat Meneg BUMN nomor : S-67/S.MBU/2013 tanggal 03 Mei 2013 perihal : Gerakan Direksi Mengajar (GDM).
 
Gerakan Direksi Mengajar yang dilaksanakan oleh PT. Jamsostek ini disamping diadakan di Sumedang yang merupakan asal sekolah Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek, juga dilaksanakan di SMA-SMA yang menjadi tempat Jajaran Direksi PT. Jamsostek dahulunya bersekolah, yaitu di Medan, Jakarta, Semarang. (LY/JBR)

Kemenparenkraf Aktivasi Taman Budaya


BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program pengembangan ruang-ruang kreatif, salah satunya adalah Taman Budaya Jabar Dago Tea House. Program ini merupakan implementasi program unggulan yang mendukung pengembangan pusat dan ruang kreatif sebagai wadah berekspresi, berkreasi, berapresiasi seni dan budaya.
 
Kadisbudpar Jabar Nunung Sobari mengatakan dengan revitasliasi ini diharapkan akan menjadi salah satu destiinasi baru pariwisata di Jabar khsusunya Bandung.
 
"Sektor wisata harus ada kriteria yang jelas atas jadwal budaya dan materinya. Selain itu perlu juga ada link jaringan dengan museum yang ada di bandung. Selanjutnya dapat dijual kepada Asita," ujarnya hari ini.
 
Nunung menambahkan tahun ini kemenparenkraf mendukung 13 Taman Budaya untuk dikembangkan melalui dana dekonsentrasi yang dikelola langsung pemerintah melalui Disbudpar.
 
Ada 8 agenda budaya yang akan diselenggarakan dan diawali dengan pagelaran seni musik karya Nano S yang akan dibawakan artis parahyangan. Pagelaran dilangsungkan di Dago Tea House tanggal 25 Mei mendatang. (LY/JBR)

Mendikbud: Jadikan Untan sebagai Pusat Unggulan Akademik

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Senin, 20 Mei 2013 | 17.38


PONTIANAK - Universitas Tanjungpura (Untan) yang terletak di Pontianak, Kalimantan Barat, tahun ini memasuki usianya yang ke-54. Dies Natalis ke-54 Untan berlangsung pada Senin pagi, (20/5), di auditorium Untan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menghadiri dies natalis tersebut. Dalam sambutannya, Mendikbud berpesan agar Untan bisa menjadi pusat unggulan akademik dan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Salah satu ciri tumbuh budaya akademik adalah kegemaran dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan," ujar Mendikbud di hadapan jajaran Rektorat Untan, ratusan mahasiswa Untan, dan jajaran pemerintah daerah. Mendikbud menjelaskan, kementerian memiliki komitmen yang kuat dalam riset di perguruan tinggi. "BOPTN 30-persen dialokasikan untuk riset," ujarnya. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk riset yang dilakukan dosen maupun mahasiswa.

Turut hadir dalam dies natalis, Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, serta Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar, yang mendapat penghargaan dari Universitas Tanjungpura.

Dalam sambutannya, Mendikbud juga mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Untan, yang telah berperan dalam akademik di posisinya yang berada di daerah perbatasan dengan negara lain. "Jadi tidak hanya sekedar pusat kegiatan akademik, tapi juga sabuk pengaman NKRI," katanya.

Selain berpesan agar Untan bisa menjadi pusat unggulan akademik, ada dua hal lagi menjadi pesan Mendikbud untuk civitas akademika Untan. Yaitu agar Untan tidak terjebak dalam politik praktis dan tetap mempertahankan netralitas perguruan tinggi, serta tidak terjebak pada penyelenggaraan perguruan tinggi yang berujung pada kasus hukum. Karena itu Menteri Nuh mengimbau supaya pengelolaan perguruan tinggi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Untan juga diharapkan memilik keramahan sosial, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat. "Di mana letaknya Untan? Ada di hati kita. Kita harus bangga karena Untan memang layak dibanggakan. Selamat berjuang. Sukses selalu," tutur Mendikbud menutup sambutannya.(ly)

Perguruan Tinggi Harus Jaga Netralitas


PONTIANAK - Menjelang pemilihan umum 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kembali mengingatkan perguruan tinggi untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Hal tersebut dikemukakannya saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis ke-54 Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5).

"Untan harus menjadi cahaya putih," ujar Mendikbud. Cahaya putih yang dimaksud Mendikbud adalah sikap netralitas yang tidak dicampuri kepentingan politik praktis. "Perguruan tinggi harus bisa mengayomi, menjadi sumber inspirasi bagi semua kelompok," tegasnya.

Ia mengatakan, meski dilarang terlibat dalam politik praktis, perguruan tinggi tetap bisa berpartisipasi atau berperan dalam politik dari sisi akademik. "Tidak boleh perguruan tinggi menjadi basis untuk mendukung calon tertentu atau partai. Tapi bukan berarti tidak bisa memberikan pandangan akademik," jelasnya.

Menanggapi isu kemungkinan rektor yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah, Mendikbud mengatakan rektor tersebut wajib mengundurkan diri. "Contoh terakhir Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rektor Unnes," tutur Mendikbud. Sudijono Sastroatmodjo, mantan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengundurkan diri sebagai rektor karena pencalonan dirinya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam pilkada 2013.

Mendikbud menjelaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan supaya tidak mengganggu netralitas perguruan tinggi. "Dosen biasa juga harus mundur. Pegawai negeri juga," katanya. (ly/dikbud)

Harkitnas 2013 Mengenang Perjuangan Pendiri Bangsa


JAKARTA - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2013 dapat dijadikan sebagai momentum mengenang semangat perjuangan para pendiri bangsa atau the founding fathers. Upaya ini dilakukan untuk  menjadikan teladan bagi generasi muda.

"Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini," kata  Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, selaku pembina upacara peringatan Harkitnas 2013, membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, di  Kemdikbud, Senayan, Jakarta, (20/5).

Syawal mengatakan, para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antarelemen bangsa. Mereka mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu, sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan. "Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945," jelasnya.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut , kata Syawal, masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan. Para pemuda, katanya, berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Dia menyebutkan, perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar : satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. "Sebuah gagasan agung yang begitu brilian," kata Syawal mengakhiri pembacaan sambutan  Menkominfo.

Diharapkan, setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat diraih. Semoga dengan nilai-nilai  Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ly/dikbud)

Pertemuan Pejabat Tinggi Pemuda ASEAN

BANDAR SERI BEGAWAN - Deputi Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm memimpin Pertemuan Pejabat Tinggi Pemuda ASEAN (AMMY) ke 4 di Brunei Darussalam, hari  Senin (20/5) siang. Acara yang  digelar sejak Minggu kemarin hingga Jumat (24/5) mendatang ini dihadiri semua pejabat tinggi ASEAN dalam bidang kepemudaan. Selain pertemuan Pejabat Tinggi ASEAN bidang pemuda yang ke-4 dan digelar juga pertemuan Menteri Pemuda ASEAN yang akan diadakan pada Rabu dan  Kamis mendatang, di Hotel Rizkun Internastional.

Dalam pertemuan Alfitra Salamm datang bersama anggota dari Kementrian Luar Negeri dan Kemenpora sebagai anggota Imam Gunawan (Asdep Sumber Daya Pemuda) dan para Kabid Abri dan Suyadi Pawiro. Senin (20/5) hari ini pembahasan difokuskan kepada kerjasama sukarelawan, ASEAN Fund, pertukaran pemuda ASEAN, ASEAN Young Heritage dan kewirausawaan. "Diharapkan hasil pembahasan pejabat tinggi ini dibahas kembali untuk disepakati dalam pertemuan Menteri Pemuda ASEAN," kata Alfitra.

Menpora Roy Suryo dijadwalkan akan tiba di Brunei Darussalam Selasa (21/5) besok. (ly/or)

Menag Tetapkan Dua Bandara Embarkasi Haji Antara

Foto

JAKARTA - Menteri Agama, Suryadharma Ali, telah menetapkan Bandara Djalaludin Gorontalo dan Bandara Raden Inten II Lampung sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara Tahun 1434H/2013M. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No. 93 tentang Penetapan Embarkasi Haji Antara Tahun 1434H/2013M.

Menurut Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Cepi Supriatna, penetapan bandara antara ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan pelayanan transportasi udara bagi jemaah haji.

Dengan ditetapkan sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara, lanjut Cepi, Bandara Djalaludin dan Raden Inten berwenang melakukan pelayanan custom, immigration, and quarantine (CIQ).

Dengan demikian, tambah Cepi, Pemerintah Provinsi Gorontalo bertanggung jawab terhadap pemberangkatan jemaah haji Provinsi Gorontalo dari Bandara Embarkasi Haji Gorontalo ke Embarkasi Haji Makassar dan pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Haji Makassar ke Debarkasi Haji Gorontalo.

Hal yang sama juga untuk Pemerintah Provinsi Lampung; bertanggung jawab terhadap pemberangkatan jemaah haji Provinsi Lampung dari Bandara Embarkasi Haji Bandar Lampung ke Embarkasi Haji Jakarta dan pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Haji Jakarta ke Debarkasi Haji Bandar Lampung. (ly/depag)

Seluruh Tunjangan Profesi Guru Akan Dibayar

Foto

JAKARTA - Puluhan guru dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Senin (20/5). Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Nur Syam menemui dan menjelaskan kebijakan tentang anggaran pendidikan bagi para guru di lingkungan Kemenag.

"Hingga kini Kementerian Agama masih memiliki utang kepada para guru sebesar Rp1,9 triliun. Sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jumlah Rp 8 trilyun. Ini yang harus dibayar
dan sudah dianggarkan," kata Nur Syam yang menemui pendemo di pintu gerbang Kemenag.

Ia berharap proses anggaran pendidikan yang sudah termaktub dalam APBNP itu tidak mengalami kesulitan dan tidak ada kesalahan pendataan, sehingga seluruhnya bisa cair pada tahun 2014.

"Mudah-mudahan tidak rumit seperti tahun lalu, tidak ada kesalahan pendataan. Inpasing lama tidak selesai karena kesalahan pendataan," jelas mantan Rektor IAIN Sunan Ampel ini.

Menjawab masalah NUPTK (Nomor Unik Pendidikan Tenaga Kependidikan) sebagai salah satu syarat pendataan, Nur Syam mengatakan, Kementerian Agama sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masing punya kewenangan. "Ada kewenangan Kemendikbud, kita tidak bisa keluarkanNUPTK sendiri karena itu kewenengan Kemendikbud," ujarnya.

Namun lanjut dia, pihaknya akan menyurati kepada Kakanwil dan Kakankemenag agar membantu para guru dalam proses NUPTK itu. Selain itu mengenai SK inpasing merupakan tanggung jawab Kemenag.

"Tahun 2014 dipastikan anggaran tunjangan profesi untuk seluruh guru yang sudah punya SK akan dicairkan," kata Dirjen.

Mengenai dana BOS, dijelaskan bahwa dana ini terlambat cair karena seluruh anggaran pendidikan di kementerian diblokir oleh DPR. "Tapi sekarang sudah tidak lagi diblokir diharapkan minggu ini dana sudah cair. Kalau terlambat karena ada system bukan ada pada kita," terang Dirjen Pendis. (ly/depag)

Kemenag Kembangkan Ponpes Vokasional

Foto

BOGOR - Kementerian Agama (Kemenag) RI saat ini sedang fokus mengembangkan program pondok pesantren vokasional (fokus pengembangan keterampilan dan kewirausahaan). Direktur Pondok Pesantren Kemenag, Ache Saefudin mengatakan program pondok pesantren vokasional ini sudah menjadi program Kemenag.

Pondok Pesantren yang masuk dalam program vokasional itu, selain memberi keterampilan para santri dengan kewirausahaan, santri memiliki tanggung jawab sosial. "Kita berikan bantuan pesantren yang memiliki kemampuan kewirausahaan sesuai dengan potensi geografis Pesantren," kata Ache kepada Republika, sesaat setelah pengajian akbar dan istighosah kubro di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 7, di Cijeruk, Bogor, Jumat (17/5).

Ache mengatakan, Pondok Pesantren Assiddiqiyah 7 merupakan bagian dari pesantren Assiddiqiyah yang diasuh oleh
KH. Noer Muhammad Iskandar. Pesantren Assiddiqiyah 7 ini memiliki keistimewaan program vokasional, yakni di bidang peternakan, pertanian dan budidaya ikan air tawar. Setidaknya ada puluhan hewan ternak dari sapi dan kambing, sawah dan beberapa kolam ikan air tawar yang dipelihara di pesantren ini untuk dikelola oleh santri.

"Para santri kemudian dididik untuk memiliki keterampilan kewirausahaan dan memberikan manfaat kepada santri dan warga sekitar," ujarnya. Pesantren Assiddiqiyah 7 ini sangat cocok untuk pengembangan peternakan, pertanian dan perikanan. Karena letak geografis pondok ini yang berada di kaki gunung salak dengan iklim yang dingin.

Selain Pesantren Assiddiqiyah 7, kata dia, ada puluhan pondok vokasional lain yang telah dikembangkan di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, telah dikembangkan pesantren khusus program pengembangan air daur ulang di daerah Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di daerah sana memang mengalami kesulitan air bersih karena menggunakan air payau dari gambut.

Kemudian, jelas dia, ada Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, yang menjalankan program pesantren vokasional khusus otomotif bekerjasama dengan Honda.Ada juga Pondok Pesantren Assalam di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang fokus menjalankan program bidang perkebunan karet dan sawit. Pesantren Assalam di Palangkaraya ini mempunyai kebun kelapa sawit seluas enam hektar dan perkebunan karet seluas dua hektar, yang dikelola langsung oleh santri.

Ada juga Pesantren Sidogiri, di Jawa Timur, yang telah mengembangkan secara baik pengelolaan bidang ekonomi di unit usaha koperasinya. Dan yang saat ini sedang diluncurkan, progam Pondok Pesantren Broadcast di Cirebon. Dan Pondok Pesantren Animasi di Jakarta.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dalam sambutannya mengatakan, perhatian ke Pondok Pesantren yang mempunyai program khusus seperti vokasional ini. Pesantren seperti Assiddiqiyah 7 yang dikelola KH. Noer Muhammad Iskandar merupakan contoh sukses program pesantren vokasional.

"Program pesantren vokasional akan terus diperluas ke beberapa pesantren lain," kata Menag. Karena, program vokasional ini, selain mendidik santri menjadi lebih terampil, juga memberi manfaat bagi warga sekitar. Program pesantren vokasional ini, juga mengarahkan para santri lulusan untuk menguasai ilmu terkait bidang tersebut.

Sehingga, ada beberapa santri yang lulus masuk perguruan tinggi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga informatika. Kemudian, setelah santri tersebut lulus kuliah ia kembali ke pesantren dan mengembangkan program vokasional itu, secara profesional. Sehingga memberi nilai tambah tidak hanya pada aplikasi keilmuan dirinya, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi pondok pesantren termasuk ke warga sekitar. (ly/depag)

HARKITNAS : Perjuangan yang Dibangun Atas Dasar Kebersamaan

SUBANG - Bangsa Indonesia sangat penting menghayati semangat Kebangkitan Nasional. Dengan memahami sejarah Kebangkitan Nasional, maka akan menanamkan etos perjuangan untuk menjadikan Negara Indonesia menjadi negara maju, modern, adil sejahtera. "Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan," kata Komandan Lanud Suryadarma, Kolonel Pnb Ending Sungkana saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2013 di halaman Kantor Bupati Subang, Senin pagi (20/6/2013). Ending saat itu membacakan sambutan Menkominfo dalam rangka Harkitnas 2013.

Selanjutnya disampaikan bahwa dengan peringatan Harkitnas perlu mengambil teladan semangat perjuangan The Founding Fathers yang telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini.

Perjuangan yang dibangun atas dasar kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut, sambungnya masih relevan sepanjang masa untuk membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar:  satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. "Sebuah gagasan agung yang begitu brilian," tegasnya.

Diingatkan bahwa tantangan yang dihadapi abad ke-21 berupa globalisasi. Daya saing dan keunggulan bangsa akan diuji ditengah kompetisi antar bangsa. "Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar, menjadi satu kesatuan," ujarnya.

Seyogyanya momentun Harkitnas mampu melecut kembali nilai kebersamaan dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan Cinta Tanah Air.

Semua elemen bangsa harus tangguh bagi kejayaan bangsa. "Karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah," tegasnya lagi.

Patut disyukuri banyak pejuang bangsa, yang Insya Allah tetap setia berkarya dibarisan para pembangun negeri ini. Seperti anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Para guru, bidan maupun dokter yang berbakti di daerah terpencil. 

Para PNS yang bekerja disemua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah dan para pekerja swasta, relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa dalam kebersamaan dan persatuan. Diharapkan setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok,  sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.

Lari tertatih pasangan angsa, Ditepi sawah berliku-liku. Mari raih kejayaan Bangsa, Bekerjasama bahu membahu

Apel diikuti oleh peserta terdiri dari siswa SMP, SMA, dinas, POLRI/TNI serta jajaran Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kab Subang. Bertindak sebagai Komandan Upacara Kapten Asum Sudarso dan Kodim m0605/Subang dan petugas pengibar bendera Paskibra Kab Subang dan Paduan suara dari SMA 2 Subang. (Teddy)

Pantai Ganting Minimnya Fasilitas Pendukung

SIMEULUE - Satu lagi objek wisata yang sering dikunjungi masyarakat Kabupaten Simeulue pada hari libur maupun hari libur nasioanl yakni Pantai Ganting yang terletak di Desa Ganting Kecamatan Simeulue Timur dapat ditempuh perjalanan sekitar  15 – 20 menit dari pusat kota sinabang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berjarak ± 10 Km.

Namun, pantai ganting ini masih minim fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung  yang belum memadai.

Padahal, objek wisata pantai ganting tersebut merupakan daerah pantai dan laut yang membutuhkan sarana keamanan untuk mengawasi segala kemungkinan terutama pengunjung yang sedang menikamati mandi di laut serta belum tersedianya cinderamata bagi pengunjung yang ingin membeli sebagai oleh-oleh atau buah tangan.[MON]

Anak Nomor Satu Kabupaten Simeulue Diterpa Isu Kekerasan Terhadap Mahasiswi Semarang

SIMEULUE- Kekerasan terhadap mahasiswi Semarang Nadia Almira Arkadea menjadi buah bibir di Kabupaten Simeulue. Warga Simeulue menduga Ipda Rezeki Respati yang dikabarkan sebagai pelaku penganiayaan bernama sama dengan anak Bupati Simeulue Drs H.Riswan NS.

Warga Kabupaten Simeulue menduga identitas Ipda Rezeki Respati yang juga Wakil Komandan Kompi (Wadanki) Brimob Semarang memiliki kesamaan dengan identitas anak sang Bupati Simeulue.

Selain memiliki kesamaan nama dan pangkat wilayah tugas diduga juga sama dengan identitas anak tunggal
bupati tersebut. Berdasarkan kesamaan itu banyak warga menyimpulkan Ipda Rezeki Revi Respati pelaku kekerasan terhadap Nadia Almira.

Informasi yang diterima Walimedia, nama Wadanki Brimob itu menjadi topik pembicaraan hangat dan terheboh  di kalangan warga Kabupaten Simeulue saat dikaitkan dengan Bupati Simeulue.

Banyak Warga Kabupaten Simeulue saat dijumpai membenarkan membicarakan terkait isu kekerasan yang dilakukan Ipda Revi Respati.

"Banyak di antara mereka bertanya-tanya tentang kebenaran pelaku yang dimaksud anak Bupati Simeulue. Kalau benar informasinya turut perihatin atas aib yang menimpa bupati. Sebaliknya, kalau tidak benar segera diklarifikasi agar tidak mencoreng nama baik bupati dan daerah," ujar salah satu warga yang ditemui di warung kopi yang namanya tidak ingin disebutkan.

Di jejaring sosial pun, akun facebook dengan nama group Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Simeulue (IPPELMAS) membuat status.

"Akhirnya Allah SWT menampakkan kuasa-Nya pada mereka yang berlaku zalim. Mau-maunya dengan waria padahal masih banyak wanita lajang terutama di Simeulue," tulis status IPPELMAS.
Bahkan, beredar pesan singkat (SMS) berbau sindiran kepada bupati yang diterima Walimedia

"Allah SWT sudah mulai turun tangan bagi mereka yang hati dan perbuatannya senang menzholimi sesama manusia. Doa mereka terkabul dengan terkuaknya aib nista sang raja zalim dari Simeulue," tulis SMS itu.
Menyikapi isu itu, Bupati Simeulue Drs H Riswan NS membantah Ipda Rezeki Revi Respati yang melakukan penganiayaan terhadap Dea adalah putranya. Ia mengatakan, putranya saat ini tidak terlibat masalah seperti yang diisukan saat ini.

"Putra saya baik-baik dan tidak benar terlibat masalah seperti isu yang beredar. Baru-baru ini putra saya jadi pam (pengaman) Pemilukada dan KPU di Maluku. Jadi bagi saya tidak masalah, makanya saya tidak mau menanggapi isu seperti itu," kata Riswan.

Meskipun demikian, Riswan berjanji tidak akan mencampuri jika informasi tentang putranya benar seperti isu yang beredar.

"Saya tidak mau mencampuri persoalan jika informasi itu benar, karena dia (putranya) sudah dewasa dan bisa menyelesaikannya. Tetapi saya rasa informasi itu tidak benar, apalagi anak saya sekarang bersama mamanya di Semarang," jelas Riswan.

Riswan mengaku juga mendapatkan SMS gelap yang berisikan makian yang ditujukan kepada dirinya dari orang tak dikenal.

"Saya sempat mendapat SMS gelap yang memaki-maki saya dan anak saya sekarang sudah berada dalam sel. Saat saya hubungi nomor tersebut sudah tidak aktif lagi," ujar Riswan.

Isu yang terus berkembang adalah Ipda Rezeki Revi Respati melakukan kekerasan terhadap Nadia Ilmira Arkadea saat menagih janji untuk dinikahi. Kekerasan itu terjadi di dalam mobil di Jalan Kelud Raya yang mengakibatkan Dea mengalami luka sehingga harus dirawat di RS Telogorejo.

Nadia Almira merupakan mahasiswi Universitas 17 Agustus Semarang. Nadia mengaku berkenalan dengan Ipda Respati tiga bulan sebelum kejadian. Dalam jangka waktu itu, Nadia mengaku sudah pernah tinggal satu atap dengan Ipda Respati.[MON]

Bulog Sinabang, Selain Menyimpan Beras Untuk Rakyat Miskin Juga Untuk Bencana Alam

SIMEULUE - Gudang Bulog Sinabang yang terletak di Desa Linggi Kecamatan Simeulue Timur sampai saat ini masih memiliki 750 ton beras yang tersimpan digudang tersebut.  yang akan diperuntukkan bagi keluarga miskin di Kabupaten Simeulue.
 
Informasi yang diterima dari Kepala Gudang Bulog Sinabang Saiful Anwar kepada Walimedia (18/5)mengatakan, Beras Raskin diperuntukan bagi 6.915 rumah tangga sasaran (RTS).Ujarnya.
 
Ia juga menambahkan, 750 ton Beras Raskin cukup untuk stok selama tujuh bulan ke depan yang disimpan di Gudang Bulog Sinabang," ungkapnya.
 
Selain itu Gudang Bulog Sinabang juga menampung hasil panen padi dari petani yang ada di Kabupaten Simeulue, untuk gabah kering dihargai dengan harga Rp.3.800 /Kilonya serta juga menyimpan beras untuk disiagakan ketika terjadi bencana alam.[MON]

Partai Hanura Target Tiga Besar

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Jumat, 17 Mei 2013 | 14.04

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto meminta kepada segenap kader dan juga bakal calon legislatif (bacaleg) untuk bekerja keras dalam upaya memenangkan partai pada pemilihan umum (pemilu) 2014 mendatang. Target tiga besar pun dicanangkan dengan harapan partai dapat berkontribusi lebih untuk perubahan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wiranto dihadapan ratusan bacaleg Hanura di Gedung Serbaguna Senayan. Wiranto mengatakan perubahan terhadap bangsa itu sangat penting dan hanya dapat dilakukan oleh partainya apabila Hanura dapat memenangkan pemilu mendatang. Terlebih memang tujuan utama dari Hanura adalah menjadi bagian dari perubahan bangsa. "Perubahan Indonesia yang lebih bersih dan bermartabat. Itu tergantung kepada menang tidaknya partai Hanura di Pemilu yang juga tergantung pada kinerja para caleg," ucap Wiranto.

Lebih lanjut Mantan pangab ini menegaskan bahwa partainya berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan mengaku tidak segan bertindak apabila ditemukan adanya kader partai yang bertindak menyalahi aturan. "Sebelum KPK bertindak kalau perlu kami sendiri yang akan menindaknya terlebih dahulu," tandasnya.

Adapun langkah awal partai untuk merealisasikan pemenangan adalah dengan mengamanatkan Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai Ketua Pelaksana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hanura. Diharapkan ditangan beliau tujuan partai untuk masuk dalam tiga besar dapat terwujud. "Untuk menang perlu keorganisasian yang baik dan saya percayakan kepada Ketua Dewan Pertimbangan pak HT untuk memimpin badan pemenangan pemilu," jelasnya.

Nantinya Wiranto berharap kerja HT dapat juga disokong oleh semua kader agar proses pemenangan pemilu dapat tercapai. "Tentunya akan bersama tokoh lain di Hanura membawa setiap bacaleg ini untuk pemenangan di tiap dapil, itu tujuan kita," paparnya.

Dalam acara ini sendiri ratusan bacaleg hadir untuk mendapatkan pengarahan terkait perbaikan serta pelengkapan berkas Daftar Calon Sementara (DCS) pemilu 2014. Mereka yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos verifikasi berkas DCS oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diberikan tenggat waktu hingga 15 Mei 2014 oleh partai untuk kembali melengkapi kekurangannya tersebut. Sebelum nantinya diserahkan kembali ke KPU paling lambat 22 Mei 2013 mendatang.

"Tugas mereka adalah tugas yang sangat mulia dan penting, karena mereka akan menjadi penentu bagaimana partai Hanura bisa melakukan perubahan ke depan," tambah Wiranto.

Sementara itu Ketua Pelaksana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hanura, Hary Tanoesoedibjo mengatakan komitmennya untuk bisa membawa partai Hanura bisa berbicara lebih di pemilu mendatang. Menurutnya hal terpenting yang harus dilakukan oleh caleg Hanura adalah bermanfaat untuk rakyat dan memberikan kontribusinya untuk membantu kesulitan rakyat. "Bagaimana kita bisa dekat dan memposisikan diri ditengah-tengah masyarakat dan merasakan apa yang dibutuhkan mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut HT menandaskan jika dirinya tidak ingin membeda-bedakan latar belakang bacaleg yang dimiliki oleh Hanura. Baginya semua bacaleg sama, dan yang harus dilihat adalah integritas serta kompetensi.
"Yang penting kita lihat bacaleg itu harus penuhi dua syarat, yakni integritas dan kompetensi. Sehingga latar belakang artis, pengusaha, ataupun birokrat, sah-sah saja, asal dua kriteria itu terpenuhi," ungkapnya.

Mengenai banyaknya bacaleg Hanura yang belum lengkap berkasnya, HT yakin waktu yang disediakan akan cukup untuk melengkapi kekurangan. "Sedang diselesaikan. Makanya tadi kita informasikan itu, agar ada perbaikan administrasi yang kurang," pungkasnya.[MON/HANURA]

PP Nomor 32 Tahun 2013 Tidak Serta Merta Hapus UN SD


YOGYAKARTA - Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Mei 2013, tidak serta merta menghapus Ujian Nasional jenjang SD.

Ini ditegaskan Mendikbud Mohammad Nuh, berkait dengan pemberitaan di beberapa media massa yang menyimpukan PP Nomor 32 itu telah menghapus pelaksanaan UN jenjang SD dan sederajat. "PP tersebut tidak serta merta menghapus UN tingkat SD/MI/SDLB dan sederajat. Mohon dibaca hati-hati," katanya.

Mohammad Nuh usai apel akbar dalam rangka memperingati hari lahir Nahdatul Ulama (NU) ke-90 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (15/5) mengatakan, dalam PP tersebut, disebutkan pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menyelenggarakan ujian nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur nonformal kesetaraan.

"Itu bunyi Pasal 67 ayat (1). Pasal yang sama ayat (1a) menyebutkan, ujian nasional untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud, dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat. Ayat 1a-nya dikecualikan. Artinya bisa jadi pengertiannya itu, yang menyelenggarakannya bukan lagi BSNP. Sekarang itu kan yang dominan, soal untuk UN SD dikembangkan oleh provinsi 75 persen, dan 25 persen dari pusat. Kita berikan kisi-kisinya," katanya menjelaskan.

Konvensi

Menurut Nuh, nasib pelaksanaan UN akan ditentukan melalui konvensi nasionai. Konvensi pendidikan direncanakan digelar September 2013. "Jadi, nasib ujian nasional akan ditentukan nanti melalui konvensi. Jika setiap tahun selalu saja ramai mempermasalahkan ujian nasional, bisa habis energi," katanya.

Nuh mengatakan, perlu pencermatan dalam mengartikan kalimat dalam peraturan tersebut. "Memang ada pengecualian, tetapi bisa saja bukan BSNP yang menyelenggarakan ujian nasional," ucapnya.

Karena itu, kata Mendikbud, nasib UN tunggu saja nanti hasil konvensi nasional. "Jika dihapus maka apa gantinya. Atau jika dipertahankan, bagaimana pelaksanaannya," ujarnya. Ditanya soal wacana penghapusan UN tingkat Sekolah Dasar (SD), Nuh mengatakan, itu juga ditentukan pada konvensi nasional. Dia menyebut Pasal 72 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) jelas menerangkan soal itu.

Dalam kesempatan yang terpisah, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud, Ibrahim Bafadal mengatakan, meski UN ini ditiadakan, bukan berarti tidak ada alat evaluasi bagi anak-anak yang duduk di bangku SD untuk ke jenjang selanjutnya. "Benar ada PP tersebut. Tapi bukan berarti UN hilang lalu tidak ada ujian sama sekali. Bukan seperti itu," katanya. (LY/DIKDAS)

OSN SMP Resmi Dibuka



BATAM, KEPRI - Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar kasim di Batam, Kepulauan Riau, Kamis pagi (16/05/2013). Acara yang digelar di auditorium SMP Harapan Utama itu dihadiri pula oleh Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Walikota Tomohon Sulawesi Utara Jimmy Feidy Eman, Ketua DPRD Provinsi Riau Jihar Firdaus, dan Direktur Pembinaan SMP Didik Suhardi. OSN SMP ini akan berlangsung dari tanggal 17 hingga 18 Mei 2013.

Dalam sambutannya, Musliar mengatakan bahwa terpilihnya Batam sebagai lokasi pelaksanaan OSN SMP bukan tanpa alasan. Perhatian Pemerintah Daerah, katanya, begitu besar terhadap pengembangan pendidikan. "Tidak banyak Pemda yang memberikan perhatian pada pengembangan pendidikan di daerahnya," ujar Musliar yang kini juga menjabat Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar.

Ia menilai janji manis pendidikan gratis selalu didengungkan para calon kepala daerah saat menggelar kampanye, namun setelah terpilih, janji-janji itu dilupakan. "Janji tinggal janji dan pendidikan tertinggal terus," ucap Musliar. Namun hal berbeda ditunjukkan Gubernur Kepulauan Riau dan Wali Kota Batam. Mereka telah membawa pendidikan pada tingkat kemajuan yang luar biasa.

Musliar juga menilai pelaksanaan OSN sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional yaitu 'Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan'. "Dengan adanya OSN, anak yang terbiasa mengikuti olimpiade atau pertandingan-pertandingan di bidang akademis, akan terbiasa untuk belajar sendiri," jelasnya.

Sementara Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan, OSN bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. SDM yang berkualitas, tambahnya, tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga, juga untuk kepentingan bangsa dan negara. "SDM yang berkualitas sangat penting untuk melaksanakan pembangunan yang terus menerus diadakan. Pembangunan tidak akan berhenti. Dia akan terus," ucapnya.

Menurut Yatim Mustafa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, peserta OSN berjumlah 396 siswa dari 33 provinsi. Mereka akan berlomba dalam empat bidang, yakni matematika, biologi, fisika, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Selama siswa mengikuti lomba, 132 guru di seluruh Indonesia dan 100 guru se-Kepulauan Riau mengikuti Simposium Nasional tentang pembelajaran IPA dan IPS. (LY/DIKDAS)

14 Juta Siswa Miskin Akan Mendapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) Tahun 2013


JAKARTA - Sebanyak 14 juta siswa keluarga tidak mampu (miskin) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mendapat Bantuan Siswa Miskin 2013 (BSM). Jumlah ini lebih besar dibandingkan BSM tahun lalu, yaitu sebesar enam juta siswa. Adapun rincian penambahan tersebut adalah sebesar 8,5 juta untuk siswa SD. Sebelumnya, kuota penerima BSM SD adalah tiga juta siswa. Kemudian, empat juta siswa untuk jenjang SMP, dari 1,6 juta kuota siswa SMP di tahun lalu. Pada jenjang SMA, terdapat sebesar 1,8 juta siswa penerima BSM. Jumlah itu naik dari 1,1 juta siswa penerima BSM.

Hal itu dijelaskan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikmen Kemdikbud) Hamid Muhammad, hari ini (16/5), di Jakarta. Kenaikan kuota itu pun diikuti dengan besaran unit cost dari masing-masing penerima BSM. "Untuk SD, SMP ada kenaikan untuk unit cost. Sedangkan SMA masih tetap, yaitu Rp 1 juta/siswa/tahun," ujar Hamid.

Untuk unit cost penerima BSM SD, kenaikan sebesar 10 persen yaitu dari  Rp 350.000/siswa/tahun menjadi Rp 450.000/siswa/tahun. Sedangkan jenjang SMP, kenaikan unit cost dari Rp 560.000/siswa/tahun menjadi Rp 750.000/siswa/tahun.

Bantuan Siswa Miskin merupakan jenis bantuan yang diberikan pemerintah kepada para siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Harapan dari keberadaan BSM adalah dapat memenuhi kebutuhan bersekolah dari siswa miskin, yang tidak ditanggung oleh Biaya Operasional Sekolah. Adapun alokasi penggunaan BSM mencakup pembelian baju seragam, buku tulis, sepatu, biaya transportasi. (ly/diknas)

Kompensasi Kenaikan Harga BBM, Pemerintah Akan Perbanyak Bangun Infrastruktur

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memperbanyak pembangunan infrastruktur dasarsebagai  kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Pemerintah memahami bahwa kalau BBM naik maka masyarakat miskin akan mengalami dampak negatif, karena kita menaikkan harga BBM tadi maka ada subsidi BBM yang diamankan, maka uang itu yang akan dipakai untuk menyelamatkan masyarakat miskin yang akan terkena dampak kenaikan," kata Menteri PU Djoko Kirmanto, saat Media Briefing di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/5).

Menteri PU menegaskan, pemerintah akan langsung mengguyur masyarakat dengan hasil pembangunan infrastruktur dasar, begitu harga BBM bersubsidi dinaikkan.

Ia menyebutkan, infrastruktur dasar berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil, dan bertujuan membuka akses peningkatan ekonomi masyarakat, seperti irigasi dan air bersih sehingga langsung memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kompensasi kenaikan harga BBM yang sudah direncanakan antara lain pemberian BLT, beasiswa tunai, peningkatan besaran raskin,  dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) untuk 65 juta penduduk Indonesia bernilai sekitar Rp 20 triliun.

Pengurangan subsidi BBM merupakan salah satu upaya menghemat anggaran belanja pemerintah. Selain itu, pemerintah melakukan penghematan anggaran  Rp 24,6 triliun dengan memotong anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L). Anggaran Kementerian PU sendiri  akan  sebesar Rp 6,1 triliun.

"Jadi nanti BBM akan naik, anggaran semua kementerian dipotong, lalu anggaran terkumpul itu untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin yang terkena dampak dan sisanya akan dipakai untuk infrastruktur dasar yang akan bermanfaat untuk masyarakat juga mengurangi beban masyarakat," kata Djoko Kirmanto.

PU Siapkan 3 Program

Djoko mengatakan bahwa Kementerian PU telah menyiapkan 3 program sebagai kompensasi bagi  masyarakat atas pengurangan subsidi BBM.

Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan SPAM (P4-SPAM), yang akan mencakup:

 Masyarakat di desa nelayan (termasuk Pelabuhan Perikanan/Pangkalan Pendaratan Ikan) di   159 kawasan pada 28 provinsi dengan target tambahan kapasitas produksi sebesar 318 l/dt untuk pelayanan 159 ribu jiwa;

* Masyarakat di daerah rawan air di 260 desa di 29 provinsi, dan 35 IKK di 10 provinsi dengan target tambahan kapasitas produksi sebesar 1.130 l/dt untuk pelayanan untuk 491 ribu jiwa;

* Masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan melalui pemanfaatan sisa kapasitas 2.350 l/dt di 341 kawasan di 31 provinsi dengan target pelayanan 940 ribu jiwa.

"Program ini  untuk rakyat miskin terutama di desa rawan air, di kampung nelayan, di pelabuhan perikanan yang tidak ada air , di situ akan digelontor air minum untuk mengatasi desa rawan air dan pelabuhan perikanan yang prosesnya memerlukan air baku," katanya.

Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur SDA (P4-ISDA), yang mencakup:

* Masyarakat miskin di daerah rawan air (pembangunan/rehabilitasi sarana dan prasarana penyedia Air Baku sebesar 5,02 M3/detik) di 27 Propinsi; b)

* Masyarakat miskin di perdesaan (dukungan layanan irigasi dan rawa seluas 140.803 Ha serta pembangunan 111 buah embung) di 26 Propinsi; dan

* Masyarakat miskin di kampung nelayan (pembangunan pengaman pantai dan normalisasi sungai) di 2 provinsi.

"Selain jaringan irigasi di desa-desa, juga embung yang sangat disarankan karena embung ini sangat penting untuk persediaan air," tambah Djoko.

Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4-IP) yang cakupannya;

* Masyarakat miskin di 2.450 desa (2.450 desa dari 8.230 desa dengan tingkat kemiskinan diatas 50%), sebesar Rp. 350 juta/desa;

* Masyarakat miskin di 1.200 kelurahan (1.200 kelurahan dari 1.435 kelurahan dengan tingkat kemiskinan di atas 40%), sebesar Rp. 350 juta/kelurahan;

* Masyarakat miskin di 6.040 desa penerima program PPIP Reguler 2013; sebesar Rp. 100 juta/desa. (*)

Presiden Minta Investigasi Runtuhnya Tambang Freeport

JAKARTA - Presiden Susilo Yudhoyono (SBY) meminta aparat keamanan melakukan investigasi atas kecelakaan kerja di kawasan pertambangan milik PT Freeport, di Big Gossan, Level 3020, Tambang Bawah Tanah- PT Freeport Indonesia, di Mimika, Papua.

Kecelakaan kerja terjadi Selasa (14/5) pukul 07.30, ketika sedang dilakukan pelatihan penyegaran tahunan tambang bawah tanah yang diikuti oleh 40 pekerja tambang (pelatihan hari kedua dari total 2 hari pelatihan). Lokasi kejadian berdekatan dengan ruang kantor dan pelatihan serta berada jauh dari area kegiatan pertambangan aktif.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/5) mengatakan, hingga 17.00 WIB, dari 40 pekerja yang terjebak dalam longsor, empat di antaranya meninggal dunia dan 10 luka-luka. Kamis pagi tim penyelamat kembali menemukan satu jenazah pekerja PT Freeport Indonesia yang terperangkap dalam reruntuhan tambang Big Gossan, Tembagapura.

Dalam akun Twitternya @S.B.Yudhoyono, Presiden SBY menegaskan setiap pekerja di institusi manapun berhak mendapatkan perlindungan kerja. "Segera lakukan investigasi kejadian PT Freeport," kata Yudhoyono, dalam akun twitternya @SBYudhoyono, di Jakarta, Kamis  (16/5) malam.

Presiden SBY menyatakan berduka atas tewaskan para pekerja dan telah meminta pihak terkait untuk mengintensifkan upaya-upaya penyelematan. "Dengan kejadian kecelakaan di Freeport saya minta semua perusahaan di Indonesia meningkatkan keselamatan pekerjanya," kata dia.

Kepolisian Daerah Papua sendiri telah menerjunkan tim investigasi untuk menyelidiki runtuhnya terowongan pelatihan PT Freeport, Senin (13/5). Kapolsek Tembagapura,mengatakan jenazah pekerja yang ditemukan  langsung dibawa ke Rumah Sakit SOS Tembagapura untuk diidentifikasi.

Data dari PT Freeport, pekerja yang terdata berada di lokasi runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan seluruhnya berjumlah 40 orang dan baru dievakuasi sebanyak 15 orang.

Terkait dengan kejadian tersebut, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral cq. Direktorat Jenderal Mineral Dan BatuBara segera mengirimkan Tim Peninjau untuk melakukan pemeriksaan.

"Kami telah menugaskan 1 (satu) Tim yang terdiri dari Kasubdit Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara beserta 3 (tiga) orang lnspektur tambang, yang akan berangkat pada malam ini untuk melakukan pemeriksaan kejadian runtuhan batuan tersebut," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara,Thamrin Sihite, Selasa (14/5) lalu.

Rekomendasi LPM IPDN Perlu Diapresiasi

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Kamis, 16 Mei 2013 | 17.05

SUBANG - Pemerintah Kabupaten Subang sangat mengapresiasi Kegiatan pendampingan masyarakat pedesaan yang dilaksanakan oleh praja Institut Pemerintahan Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dengan kehadiran para praja di tengah masyarakat desa dinilai cukup membantu dalam upaya meningkatkan kualitas masyarakat desa. Demikian disampaikan oleh Asisten Tata Praja, Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si, dalam sambutannya atas nama Bupati Subang pada Penutupan Kegiatan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IPDN di Ruang Rapat Bupati, Rabu (15/5). Selanjutnya Cecep mengatakan berbagai kekurangan yang ditemui di lapangan dapat segera diapresiasi dengan adanya rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan LPM dalam rangka perbaikan.

Menurut Ketua Panitia , yaitu Kepala Pusat Pesisir dan Perbatasan LPM IPDN Drs. Hazbullah Hassan, M,Si menyampaikan bahwa kegiatan praja IPDN berlangsung di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Ciasem dan Kecamatan Jalancagak yang berlangsung selama 3 bulan dari 6 Maret 2013 sampai 14 Mei 2013 yang melibatkan seratus orang yang terdiri praja, pejabat dan para tokoh masyrakat setempat.


Hasil Kegiatan LPM IPDN yang berlangsung selama 3 bulan tersebut menghasilkan rekomendasi diantaranya pada aspek pemerintahan desa dan penanggulangan bencana alam. Dalam rekomendasi yang disampaikan oleh Kepala Pusat Perdesaan LPM IPDN: Bapak Drs James Robert Pualilin M.Si, tersebut dari aspek Pemerintahan Desa perlu adanya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) khususnya pada penyusunan Peraturan Desa (Perdes). Peningkatan kapasitas bisa melalui pelatihan-pelatihan yang intensif sehingga bisa lebih baik lagi.


Selanjutnya mengenai Sekretaris Desa (Sekdes) di beberapa desa ada yang kosong tetapi di lain desa ada yang melampaui kapasitas tugas sebagai Sekdes.


Selanjutnya mengenai upaya pengelolaan potensi perlu dilakukan inovasi dan dukungan dari Pemkab supaya lebih optimal dalam rangka pelaksanaan kemandirian desa. Salah satunya dengan  mengembangkan rekayasa teknologi sehingga menjadi bermanfaat.


Kemudian mengenai upaya perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak oleh kegiatan perusahaan di sekitar desa. Selanjutnya LPM IPDN akan dilaksanakan di Bekasi dan Indramayu serta Sangihe yang merupakan wilayah yang berbatasan dengan Negara Filipina.


Dalam sambutan Rektor IPDN yang dibacakan Kepala Pusat Pusat Perkotaan LPM IPDN, Baginda Harahap, SH, Sp.N, menyampaikan bahwa IPDN hanya ciptakan suatu konsep. Selanjutnya bisa direalisasikan dalam kebijakan yang lebih tinggi.

Acara diakhiri dengan tukar cindera mata antara Pemkab Subang dan pihak IPDN dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten Tata Praja, Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si, dan Baginda Harahap, SH, SpN. (Teddy)

Transportasi Laut Sudah Mulai Normal

KMP Simeulue Yang Hendak Merapat Ke Dermaga.jpg

SIMEULUE - Transportasi Laut yang menghubungkan antara Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan dari Kabupaten Simeulue serta Kabupaten Aceh Singkil sudah mulai lancar kembali, sebelumnya pelayaran kapal laut menggunakan jasa kapal feri sempat berhenti sementara karena disebabkan faktor cuaca yang melanda daerah tersebut.

Pantauan Walimedia (16/5) di dermaga Kolok Desa Kota Batu Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue,dua unit armada kapal feri yang melayari rute tersebut sudah beroperasi sebagaimana jadwal biasa. Begitu juga dengan arus penumpang maupun barang ke daerah itu sudah mulai lancar.[MON]

Menag: Perlu Transformasi Kebangsaan

Foto

YOGYAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan Bangsa Indonesia perlu melakukan transformasi kebangsaan di tengah realitas mutu pendidikan yang belum menggembirakan.

"Indeks perkembangan pendidikan nasional berada pada posisi mengkhawatirkan, karena itu perlu "exit strategy" untuk menghadapinya," kata Suryadharma Ali saat memberi sambutan pada HUT Nahdlatul Ulama (NU) Ke-90 di Lapangan Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (15/05).

Hadir dalam kegiatan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muh. Nuh serta sejumlah pengurus besar PB NU dan Lembaga Pendidikan Ma'arif NU.

Menurut Menag, berdasarkan hasil penelitian Educational for All Global Monitoring Report tahun 2011, indeks perkembangan pendidikan Indonesia berada
pada posisi 69 dari 127 negara. Posisi ini kalah dari Malaysia (65) dan Brunei Darussalam (34).

Karena rendahnya pendidikan di Indonesia itu, menurut Menag, prinsip
pendidikan harus ditegakkan. "Jadikan guru sebagai sosok yang dihormati,
karena mereka bukan mesin. Mereka adalah manusia yang harus dihormati hak
dan martabatnya," terang Menag

Menag menegaskan bahwa untuk melakukan transformasi kehidupan bangsa itu, yang paling ideal adalah melalui pendidikan. Salah satu elemen yang menjadi syarat terjadinya transformasi pendidikan, lanjut Menag, adalah kurikulum; tentunya selain pendidikan dan tenaga pendidikan, sarana-prasarana dan manajemen.

Untuk itu, Menag menegaskan, kurikulum 2013 menjadi tanggung jawab bersama agar kualitas pendidikan nasional, termasuk di dalamnya pendidikan Islam, mampu menyiapkan generasi unggul yang kompetitif.

Perubahan

"Dunia terus berubah, perkembangan dan kebutuhan masyarakat pun demikian. Karena itu perubahan kurikulum merupakan tuntutan zaman, baik dari sisi sosial-budaya, akademik maupun industri," kata Menag.

"Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah melahirkan jenis-jenis pekerjaan baru yang memerlukan kesiapan siswa untuk menaklukan pekerjaan tersebut," tambah Menag.

Sehubungan itu, perubahan kurikulum diproyeksikan pada peningkatan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan mereka agar dapat meraih kehidupan di masa depan yang berkualitas.

Terkait dengan itu, kyai, guru, dan ustadz yang juga menjadi titik pusat dalam pengembangan kurikulum diharapkan dapat mendukung penerapan kurikulum 2013. "Para guru Ma'arif dituntut membangun generasi berdaya saing tinggi dan bermartabat," kata Menag. (Ly)

Kurikulum 2013: Mata Pelajaran Agama Ditambah Menjadi Empat Jam

YOGYAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh beserta Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali menghadiri apel akbar dengan para pelajar dan guru Maarif serta ustadz dan santri pesantren se-Yogyakarta. Apel akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Nahdatul Ulama (NU) yang ke-90. Mendikbud Mohammad Nuh bertindak sebagai pembina apel.

Apel akbar berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, (15/5), dan dihadiri ribuan orang yang terdiri dari pelajar, guru, serta karyawan dari seluruh pesantren se-Yogyakarta. Turut hadir dalam apel, Kapolda DI Yogyakarta dan Rektor Universitas Yogyakarta Rochmat Wahab.

Dalam sambutannya yang bertema "Implementasi Kurikulum 2013 untuk Indonesia yang Berdaya Saing Tinggi dan Bermartabat", Mendikbud mengatakan tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin berat, dan kompleksitas juga bertambah. "Di situlah mengapa dunia pendidikan juga harus dipersiapkan dalam menghadapi tantangan ke depan," ujarnya.

Ia juga menambahkan, generasi bangsa harus memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berdasarkan intellectual curiousity, atau rasa kepenasaranan intelektual sehingga diharapkan mampu mengatasi persoalan-persoalan yang makin kompleks.

Mendikbud juga mengangkat persoalan moralitas, di mana terdapat hilangnya etika sosial, tata krama, dan budi pekerti. Karena itu, lanjutnya, Kurikulum 2013 mengandalkan pentingnya sikap sebagai pengetahuan dan keterampilan, termasuk mengembangkan kemampuan berpikir.

Dalam Kurikulum 2013 nanti, mata pelajaran Agama akan ditambah menjadi empat jam pelajaran, dari sebelumnya dua jam pelajaran. Di dalam mata pelajaran agama tersebut akan dimasukkan pula pelajaran budi pekerti. "Pelajaran agama Islam ada budi pekerti, pelajaran agama Kristen ada budi pekerti, pelajaran agama Budha ada budi pekerti, pelajaran agama Hindu ada budi pekerti. Semuanya kita angkat dari nilai-nilai keagamaan kita," jelas Menteri Nuh. (Ly/Dikbud)

Ia juga menegaskan, pendidikan adalah kata kunci dalam menghadapi masa depan. Pendidikan juga merupakan vaksin sosial untuk menghadapi penyakit atau infeksi sosial, di antaranya kemiskinan dan kebodohan. "Seluruh anak bangsa harus mendapatkan vaksin sosial supaya tidak mendapatkan penyakit atau infeksi sosial," tegasnya.

Mantan Menkominfo itu mengatakan, semua anak bangsa harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Karena itu dalam UU Pendidikan Tinggi dimasukkan pasal yang mengatur bahwa perguruan tinggi wajib mengalokasikan kuota 20% untuk mahasiswa miskin. (DM)

Lulusan Paket C Dapat Ikuti SBMPTN

JAKARTA - Lulusan kelompok belajar Paket C setara SMA dapat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Demikian dikemukakan Ketua Umum Panitia Pelaksana SBMPTN Akhmaloka, dalam keterangan persnya  di Jakarta, Sabtu (11/5).

"Walaupun belum menerima ijazah, lulusan Paket C dapat menggunakan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) untuk mendaftar," ujar Akhmaloka, didampingi Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rochmat Wahab, juga merupakan sekretaris panitia SBMPTN.

Menurut Akhmaloka, SBMPTN tahun ini  diikuti sekitar  600.000 peserta, untuk memperebutkan sekitar 90.000 kursi di 62 PTN. "Total PTN yang ikut SBMPTN sebanyak 62 PTN, termasuk 7 PTN agama islam," jelasnya.

Pendaftaran SBMPTN berlangsung pada tanggal 13 Mei – 7 Juni 2013. "Pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online di lamanhttp://ujian.sbmptn.or.id ," ungkapnya.  Peserta yang mendaftar pada SBMPTN, menurut Rektor ITB tersebut, harus memenuhi persyaratan, yakni lulusan SLTA sederajat tahun 2011, 2012, dan 2013, memiliki surat keterangan hasil UN khusus lulusan 2013 yang belum menerima ijazah, dan memiliki kesehatan yang memadai.

Dijelaskannya, ujian tertulis akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 19 Juni 2013. "Khusus bagi peserta yang memilih program studi kesenian dan keolahragaan, akan dilakukan uji keterampilan, yang dilaksanakan pada tanggal 20 dan atau 21 Juni 2013," imbuhnya. Adapun hasil SBMPTN akan diumumkan pada tanggal 2 Juli 2013.

Ada tiga kelompok ujian dalam SBMPTN tahun ini, yakni kelompok ujian sain dan teknologi (saintek), kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum), dan kelompok ujian campuran.  "Untuk peserta yang memilih program saintek, maksimum dapat memilih tiga pilihan program studi saintek, dengan satu pilihan boleh memilih program studi di wilayah manapun. Sedangkan untuk program soshum juga dapat memilih maksimum tiga pilihan semuanya di soshum, dengan dua pilihan atau lebih, salah satunya harus dari PTN dalam satu wilayah dengan tempat mengikuti ujian.  Sementara itu, untuk yang campuran, peserta dapat memilih maksimum tiga pilihan, dengan dua program saintek dan satu soshum atau sebaliknya, dua soshum dan satu saintek," ungkap Akhmaloka.

Seperti diketahui, seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun 2013, dilakukan dalam tiga jenis seleksi, yaitu SNMPTN, yakni seleksi melalui sekolah berdasarkan prestasi  siswa  yang dibuktikan dengan nilai rapor atau disebut juga jalur undangan; SBMPTN,  merupakan seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh 62 PTN secara serentak melalui ujian tertulis, dan ditambah uji keterampilan, khusus untuk program studi ilmu seni dan olahraga, dan; seleksi mandiri, yakni seleksi yang dilakukan perguruan tinggi negeri secara mandiri. (TD)

Bandung Raya

 

Copyright © 2012. Walimedia - All Rights Reserved