OPINI

Kabupaten Simeulue Hanya Tinggal Nama “Pulau Penghasil Cengkeh”

Oleh : Septian Antoni (Tokoh Masyarakat Simeulue)
Sudah beberapa jam menunggu, namun belum juga ada menghampiri toko itu. Hanya tumpukan cengkeh kering yang berkisar 10-20 kg yang tampak di lantai.”
[More]

Berita Terbaru

Iwan, Caleg Partai Hanura : PKL Itu Harus Dibina

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Selasa, 21 Mei 2013 | 21.10

BANDUNG – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung seperti tidak habis-habisnya. Beberapa kali Satpol PP menertibkan, seribu langkah PKL mengamankan diri dari kejaran petugas. Hal ini menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi aparat pemerintahan.

Namun tidak demikian dengan Iwan Suhermawan, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bandung. Iwan menuturkan, membenahi PKL bukan hanya harus ditertibkan saja melainkan harus dibarengi dengan pembinaan, ujar iwan kepada wartawan di kediamannya, Selasa, (21/05).

Iwan, Caleg Dapil I yang meliputi Kecamatan  Andir, Cicendo, Sukajadi dan Sukasari lebih lanjut mengatakan, PKL mempunyai hak untuk mencari penghidupan. Namun, mereka juga harus taat peraturan, lanjut Iwan.

Sedangkan mengenai peredaran minuman keras yang kerap menjadi biang keributan, Iwan yang maju dari Partai Hanura ini memaparkan, seandainya terpilih, Iwan dan anggota dewan yang lain akan melakukan pengawasan ketat dan boleh beredar hanya dihotel berbintang.Tidak di masyarakat umum. (LY)


Heryawan Teken Kesepakatan Pengendalian Ranmor


BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Selasa (21/5) menandatangani Naskah kesepakatan tentang Pengawasan dan Pengendalian Kendaraan Bermotor Angkutan Barang di Wilayah Jawa Barat, bertempat di Ruang rapat Sangga Buana Gedung Sate Bandung.

Kesempatan tersebut ditanda tangani antara para pengusaha angkutan barang, produsen barang dan instansi berwenang bersepakat untuk melakukan pengawasan dan pengendalian muatan di Wilayah Pembangunan I meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Beberapa butir kesepakatan yang berhasil dibangun diantaranya: pertama mengoperasikan kendaraan dengan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan dengan muatan tidak melebihi jumlah berat yang diijinkan (JIB) dan Muatan Sumbu Terberat (MST) maksimal 8 ton dan dimensi kendaraan sesuai dengan buku uji kendarfaan bermotor.

Kedua, mematuhi jam operasional pengangkutan barang dengan waktu yang ditentukan, yaitu dari Pukul 20.00 sd 05.00 WIB untuk jenis kendaraan angkutan barang dengan jumlah berat yang dizinkan (JIB) di atas 20 ton pada ruas jalan yang akan ditentukan kemudian serta tidak beroperasi pada Hari Minggu.

Dalam kesepakatan tersebut, dijelaskan pula mengenai pasal sanksi bagi mereka yang melanggar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Gubernur berharap kepada para pihak yang telah menandatangani kesepakatan tersebut untuk menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Kemudian untuk menjalankan kesepakatan ini diperlukan uji coba dan sosialisasi sebelum dilakukan penindakan di lapangan, sambungnya.

Dalam pengarahan sebelum menandatangani kesepakatan tersebut, Gubernur menyampaikan beberapa permasalahan sebagai background informasi perlunya kesepakatan tersebut.

Menurut Gubernur, permasalahan tersebut adalah adanya berbagai kerusakan jalan yang dibangun akibat dilalui kendaraan yang bermuatan lebih. Permasalahan lainnya adalah banyaknya keluhan dan pengaduan dari masyarakat tentang kerusakan jalan yang menimbulkan kerawanan kecelakaan. Maka atas permasalahan tersebut, perlu kesepakatan antara para pengusaha angkutan barang dan produsen barang dengan pihak instansi berwenang untuk mengawasi dan mengendalikan kendaraan bermotor.

Selain Gubernur, kesepakatan tersebut ditandatangani pula oleh perwakilan dari Panglima Lodam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar.(LY/JBR)

Kakanwil Jamsostek, Teguh Purwanto Berikan Pelajaran Untuk 600 Siswa


BANDUNG - Bertempat di SMAN 3 Sumedang – Jln. Prabu Geusan Ulun,Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek Junaedi didampingi Kakanwil Jamsostek Jabar Teguh Purwanto memberikan pengajaran di hadapan +/- 600 siswa/siswi SMAN 3 Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Direksi Mengajar (GDM).
 
Gerakan Direksi Mengajar (GDM) dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, tujuan Gerakan Direksi Mengajar (GDM) dimaksudkan untuk menginspirasi melalui berbagai cerita tentang profesinya. Nilai yang ditanamkan dalam Gerakan Direksi Mengajar ini antara lain kejujuran, kerja keras dan tekad yang kuat.
 
Disamping itu juga PT. Jamsostek memberikan bantuan CSR senilai Rp. 25.000.000,- dalam bentuk peralatan Sound System. Peralatan ini adalah perlatan yang diperlukan sekolah untuk menunjang kegiatan Pentas Seni dan Budaya yang rutin diadakan siswa/siwi SMAN 3 Sumedang.
 
Kakanwil Jamsostek Jabar Teguh Purwanto yang didampingi Ka. Pemasaran Wilayah Jamsostek Jabar Bambang Kenharto juga menyampaikan bahwa Jamsostek selain memberikan CSR kepada Masyarakat Umum juga memberikan CSR untuk peserta Jamsostek dan Keluarganya. CSR yang ditujukan untuk peserta dan keluarganyaadalah dengan memanfaatkan dan menggunakan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP-KB) dan Pinjaman Renovasi Rumah (PRR-KB).
 
Direktur Kepesertaan Junaedi menyampaikan bahwa Gerakan Direksi Mengajar ini merupakan tindak lanjut surat Meneg BUMN nomor : S-67/S.MBU/2013 tanggal 03 Mei 2013 perihal : Gerakan Direksi Mengajar (GDM).
 
Gerakan Direksi Mengajar yang dilaksanakan oleh PT. Jamsostek ini disamping diadakan di Sumedang yang merupakan asal sekolah Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek, juga dilaksanakan di SMA-SMA yang menjadi tempat Jajaran Direksi PT. Jamsostek dahulunya bersekolah, yaitu di Medan, Jakarta, Semarang. (LY/JBR)

Kemenparenkraf Aktivasi Taman Budaya


BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program pengembangan ruang-ruang kreatif, salah satunya adalah Taman Budaya Jabar Dago Tea House. Program ini merupakan implementasi program unggulan yang mendukung pengembangan pusat dan ruang kreatif sebagai wadah berekspresi, berkreasi, berapresiasi seni dan budaya.
 
Kadisbudpar Jabar Nunung Sobari mengatakan dengan revitasliasi ini diharapkan akan menjadi salah satu destiinasi baru pariwisata di Jabar khsusunya Bandung.
 
"Sektor wisata harus ada kriteria yang jelas atas jadwal budaya dan materinya. Selain itu perlu juga ada link jaringan dengan museum yang ada di bandung. Selanjutnya dapat dijual kepada Asita," ujarnya hari ini.
 
Nunung menambahkan tahun ini kemenparenkraf mendukung 13 Taman Budaya untuk dikembangkan melalui dana dekonsentrasi yang dikelola langsung pemerintah melalui Disbudpar.
 
Ada 8 agenda budaya yang akan diselenggarakan dan diawali dengan pagelaran seni musik karya Nano S yang akan dibawakan artis parahyangan. Pagelaran dilangsungkan di Dago Tea House tanggal 25 Mei mendatang. (LY/JBR)

Mendikbud: Jadikan Untan sebagai Pusat Unggulan Akademik

Disampaikan Klik-Walimedia Hari Senin, 20 Mei 2013 | 17.38


PONTIANAK - Universitas Tanjungpura (Untan) yang terletak di Pontianak, Kalimantan Barat, tahun ini memasuki usianya yang ke-54. Dies Natalis ke-54 Untan berlangsung pada Senin pagi, (20/5), di auditorium Untan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menghadiri dies natalis tersebut. Dalam sambutannya, Mendikbud berpesan agar Untan bisa menjadi pusat unggulan akademik dan berpegang teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Salah satu ciri tumbuh budaya akademik adalah kegemaran dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan," ujar Mendikbud di hadapan jajaran Rektorat Untan, ratusan mahasiswa Untan, dan jajaran pemerintah daerah. Mendikbud menjelaskan, kementerian memiliki komitmen yang kuat dalam riset di perguruan tinggi. "BOPTN 30-persen dialokasikan untuk riset," ujarnya. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk riset yang dilakukan dosen maupun mahasiswa.

Turut hadir dalam dies natalis, Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, serta Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar, yang mendapat penghargaan dari Universitas Tanjungpura.

Dalam sambutannya, Mendikbud juga mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Untan, yang telah berperan dalam akademik di posisinya yang berada di daerah perbatasan dengan negara lain. "Jadi tidak hanya sekedar pusat kegiatan akademik, tapi juga sabuk pengaman NKRI," katanya.

Selain berpesan agar Untan bisa menjadi pusat unggulan akademik, ada dua hal lagi menjadi pesan Mendikbud untuk civitas akademika Untan. Yaitu agar Untan tidak terjebak dalam politik praktis dan tetap mempertahankan netralitas perguruan tinggi, serta tidak terjebak pada penyelenggaraan perguruan tinggi yang berujung pada kasus hukum. Karena itu Menteri Nuh mengimbau supaya pengelolaan perguruan tinggi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Untan juga diharapkan memilik keramahan sosial, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat. "Di mana letaknya Untan? Ada di hati kita. Kita harus bangga karena Untan memang layak dibanggakan. Selamat berjuang. Sukses selalu," tutur Mendikbud menutup sambutannya.(ly)

Perguruan Tinggi Harus Jaga Netralitas


PONTIANAK - Menjelang pemilihan umum 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kembali mengingatkan perguruan tinggi untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Hal tersebut dikemukakannya saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis ke-54 Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5).

"Untan harus menjadi cahaya putih," ujar Mendikbud. Cahaya putih yang dimaksud Mendikbud adalah sikap netralitas yang tidak dicampuri kepentingan politik praktis. "Perguruan tinggi harus bisa mengayomi, menjadi sumber inspirasi bagi semua kelompok," tegasnya.

Ia mengatakan, meski dilarang terlibat dalam politik praktis, perguruan tinggi tetap bisa berpartisipasi atau berperan dalam politik dari sisi akademik. "Tidak boleh perguruan tinggi menjadi basis untuk mendukung calon tertentu atau partai. Tapi bukan berarti tidak bisa memberikan pandangan akademik," jelasnya.

Menanggapi isu kemungkinan rektor yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah, Mendikbud mengatakan rektor tersebut wajib mengundurkan diri. "Contoh terakhir Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rektor Unnes," tutur Mendikbud. Sudijono Sastroatmodjo, mantan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengundurkan diri sebagai rektor karena pencalonan dirinya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam pilkada 2013.

Mendikbud menjelaskan, pengunduran diri tersebut dilakukan supaya tidak mengganggu netralitas perguruan tinggi. "Dosen biasa juga harus mundur. Pegawai negeri juga," katanya. (ly/dikbud)

Harkitnas 2013 Mengenang Perjuangan Pendiri Bangsa


JAKARTA - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2013 dapat dijadikan sebagai momentum mengenang semangat perjuangan para pendiri bangsa atau the founding fathers. Upaya ini dilakukan untuk  menjadikan teladan bagi generasi muda.

"Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini," kata  Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, selaku pembina upacara peringatan Harkitnas 2013, membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, di  Kemdikbud, Senayan, Jakarta, (20/5).

Syawal mengatakan, para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antarelemen bangsa. Mereka mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu, sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan. "Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945," jelasnya.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut , kata Syawal, masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan. Para pemuda, katanya, berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Dia menyebutkan, perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar : satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. "Sebuah gagasan agung yang begitu brilian," kata Syawal mengakhiri pembacaan sambutan  Menkominfo.

Diharapkan, setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat diraih. Semoga dengan nilai-nilai  Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ly/dikbud)

Pertemuan Pejabat Tinggi Pemuda ASEAN

BANDAR SERI BEGAWAN - Deputi Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm memimpin Pertemuan Pejabat Tinggi Pemuda ASEAN (AMMY) ke 4 di Brunei Darussalam, hari  Senin (20/5) siang. Acara yang  digelar sejak Minggu kemarin hingga Jumat (24/5) mendatang ini dihadiri semua pejabat tinggi ASEAN dalam bidang kepemudaan. Selain pertemuan Pejabat Tinggi ASEAN bidang pemuda yang ke-4 dan digelar juga pertemuan Menteri Pemuda ASEAN yang akan diadakan pada Rabu dan  Kamis mendatang, di Hotel Rizkun Internastional.

Dalam pertemuan Alfitra Salamm datang bersama anggota dari Kementrian Luar Negeri dan Kemenpora sebagai anggota Imam Gunawan (Asdep Sumber Daya Pemuda) dan para Kabid Abri dan Suyadi Pawiro. Senin (20/5) hari ini pembahasan difokuskan kepada kerjasama sukarelawan, ASEAN Fund, pertukaran pemuda ASEAN, ASEAN Young Heritage dan kewirausawaan. "Diharapkan hasil pembahasan pejabat tinggi ini dibahas kembali untuk disepakati dalam pertemuan Menteri Pemuda ASEAN," kata Alfitra.

Menpora Roy Suryo dijadwalkan akan tiba di Brunei Darussalam Selasa (21/5) besok. (ly/or)

Menag Tetapkan Dua Bandara Embarkasi Haji Antara

Foto

JAKARTA - Menteri Agama, Suryadharma Ali, telah menetapkan Bandara Djalaludin Gorontalo dan Bandara Raden Inten II Lampung sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara Tahun 1434H/2013M. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No. 93 tentang Penetapan Embarkasi Haji Antara Tahun 1434H/2013M.

Menurut Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Cepi Supriatna, penetapan bandara antara ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan pelayanan transportasi udara bagi jemaah haji.

Dengan ditetapkan sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara, lanjut Cepi, Bandara Djalaludin dan Raden Inten berwenang melakukan pelayanan custom, immigration, and quarantine (CIQ).

Dengan demikian, tambah Cepi, Pemerintah Provinsi Gorontalo bertanggung jawab terhadap pemberangkatan jemaah haji Provinsi Gorontalo dari Bandara Embarkasi Haji Gorontalo ke Embarkasi Haji Makassar dan pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Haji Makassar ke Debarkasi Haji Gorontalo.

Hal yang sama juga untuk Pemerintah Provinsi Lampung; bertanggung jawab terhadap pemberangkatan jemaah haji Provinsi Lampung dari Bandara Embarkasi Haji Bandar Lampung ke Embarkasi Haji Jakarta dan pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Haji Jakarta ke Debarkasi Haji Bandar Lampung. (ly/depag)

Seluruh Tunjangan Profesi Guru Akan Dibayar

Foto

JAKARTA - Puluhan guru dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Senin (20/5). Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Nur Syam menemui dan menjelaskan kebijakan tentang anggaran pendidikan bagi para guru di lingkungan Kemenag.

"Hingga kini Kementerian Agama masih memiliki utang kepada para guru sebesar Rp1,9 triliun. Sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jumlah Rp 8 trilyun. Ini yang harus dibayar
dan sudah dianggarkan," kata Nur Syam yang menemui pendemo di pintu gerbang Kemenag.

Ia berharap proses anggaran pendidikan yang sudah termaktub dalam APBNP itu tidak mengalami kesulitan dan tidak ada kesalahan pendataan, sehingga seluruhnya bisa cair pada tahun 2014.

"Mudah-mudahan tidak rumit seperti tahun lalu, tidak ada kesalahan pendataan. Inpasing lama tidak selesai karena kesalahan pendataan," jelas mantan Rektor IAIN Sunan Ampel ini.

Menjawab masalah NUPTK (Nomor Unik Pendidikan Tenaga Kependidikan) sebagai salah satu syarat pendataan, Nur Syam mengatakan, Kementerian Agama sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masing punya kewenangan. "Ada kewenangan Kemendikbud, kita tidak bisa keluarkanNUPTK sendiri karena itu kewenengan Kemendikbud," ujarnya.

Namun lanjut dia, pihaknya akan menyurati kepada Kakanwil dan Kakankemenag agar membantu para guru dalam proses NUPTK itu. Selain itu mengenai SK inpasing merupakan tanggung jawab Kemenag.

"Tahun 2014 dipastikan anggaran tunjangan profesi untuk seluruh guru yang sudah punya SK akan dicairkan," kata Dirjen.

Mengenai dana BOS, dijelaskan bahwa dana ini terlambat cair karena seluruh anggaran pendidikan di kementerian diblokir oleh DPR. "Tapi sekarang sudah tidak lagi diblokir diharapkan minggu ini dana sudah cair. Kalau terlambat karena ada system bukan ada pada kita," terang Dirjen Pendis. (ly/depag)

Kemenag Kembangkan Ponpes Vokasional

Foto

BOGOR - Kementerian Agama (Kemenag) RI saat ini sedang fokus mengembangkan program pondok pesantren vokasional (fokus pengembangan keterampilan dan kewirausahaan). Direktur Pondok Pesantren Kemenag, Ache Saefudin mengatakan program pondok pesantren vokasional ini sudah menjadi program Kemenag.

Pondok Pesantren yang masuk dalam program vokasional itu, selain memberi keterampilan para santri dengan kewirausahaan, santri memiliki tanggung jawab sosial. "Kita berikan bantuan pesantren yang memiliki kemampuan kewirausahaan sesuai dengan potensi geografis Pesantren," kata Ache kepada Republika, sesaat setelah pengajian akbar dan istighosah kubro di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 7, di Cijeruk, Bogor, Jumat (17/5).

Ache mengatakan, Pondok Pesantren Assiddiqiyah 7 merupakan bagian dari pesantren Assiddiqiyah yang diasuh oleh
KH. Noer Muhammad Iskandar. Pesantren Assiddiqiyah 7 ini memiliki keistimewaan program vokasional, yakni di bidang peternakan, pertanian dan budidaya ikan air tawar. Setidaknya ada puluhan hewan ternak dari sapi dan kambing, sawah dan beberapa kolam ikan air tawar yang dipelihara di pesantren ini untuk dikelola oleh santri.

"Para santri kemudian dididik untuk memiliki keterampilan kewirausahaan dan memberikan manfaat kepada santri dan warga sekitar," ujarnya. Pesantren Assiddiqiyah 7 ini sangat cocok untuk pengembangan peternakan, pertanian dan perikanan. Karena letak geografis pondok ini yang berada di kaki gunung salak dengan iklim yang dingin.

Selain Pesantren Assiddiqiyah 7, kata dia, ada puluhan pondok vokasional lain yang telah dikembangkan di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, telah dikembangkan pesantren khusus program pengembangan air daur ulang di daerah Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di daerah sana memang mengalami kesulitan air bersih karena menggunakan air payau dari gambut.

Kemudian, jelas dia, ada Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, yang menjalankan program pesantren vokasional khusus otomotif bekerjasama dengan Honda.Ada juga Pondok Pesantren Assalam di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang fokus menjalankan program bidang perkebunan karet dan sawit. Pesantren Assalam di Palangkaraya ini mempunyai kebun kelapa sawit seluas enam hektar dan perkebunan karet seluas dua hektar, yang dikelola langsung oleh santri.

Ada juga Pesantren Sidogiri, di Jawa Timur, yang telah mengembangkan secara baik pengelolaan bidang ekonomi di unit usaha koperasinya. Dan yang saat ini sedang diluncurkan, progam Pondok Pesantren Broadcast di Cirebon. Dan Pondok Pesantren Animasi di Jakarta.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dalam sambutannya mengatakan, perhatian ke Pondok Pesantren yang mempunyai program khusus seperti vokasional ini. Pesantren seperti Assiddiqiyah 7 yang dikelola KH. Noer Muhammad Iskandar merupakan contoh sukses program pesantren vokasional.

"Program pesantren vokasional akan terus diperluas ke beberapa pesantren lain," kata Menag. Karena, program vokasional ini, selain mendidik santri menjadi lebih terampil, juga memberi manfaat bagi warga sekitar. Program pesantren vokasional ini, juga mengarahkan para santri lulusan untuk menguasai ilmu terkait bidang tersebut.

Sehingga, ada beberapa santri yang lulus masuk perguruan tinggi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga informatika. Kemudian, setelah santri tersebut lulus kuliah ia kembali ke pesantren dan mengembangkan program vokasional itu, secara profesional. Sehingga memberi nilai tambah tidak hanya pada aplikasi keilmuan dirinya, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi pondok pesantren termasuk ke warga sekitar. (ly/depag)

HARKITNAS : Perjuangan yang Dibangun Atas Dasar Kebersamaan

SUBANG - Bangsa Indonesia sangat penting menghayati semangat Kebangkitan Nasional. Dengan memahami sejarah Kebangkitan Nasional, maka akan menanamkan etos perjuangan untuk menjadikan Negara Indonesia menjadi negara maju, modern, adil sejahtera. "Inilah cita-cita bersama yang mesti diwujudkan," kata Komandan Lanud Suryadarma, Kolonel Pnb Ending Sungkana saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2013 di halaman Kantor Bupati Subang, Senin pagi (20/6/2013). Ending saat itu membacakan sambutan Menkominfo dalam rangka Harkitnas 2013.

Selanjutnya disampaikan bahwa dengan peringatan Harkitnas perlu mengambil teladan semangat perjuangan The Founding Fathers yang telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini.

Perjuangan yang dibangun atas dasar kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut, sambungnya masih relevan sepanjang masa untuk membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan, para pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar:  satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. "Sebuah gagasan agung yang begitu brilian," tegasnya.

Diingatkan bahwa tantangan yang dihadapi abad ke-21 berupa globalisasi. Daya saing dan keunggulan bangsa akan diuji ditengah kompetisi antar bangsa. "Kondisi di mana tapal batas antar-negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar, menjadi satu kesatuan," ujarnya.

Seyogyanya momentun Harkitnas mampu melecut kembali nilai kebersamaan dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan Cinta Tanah Air.

Semua elemen bangsa harus tangguh bagi kejayaan bangsa. "Karena sesungguhnya kita semua telah mewarisi darah dan jantung para pejuang yang gagah berani melawan musuh penjajah," tegasnya lagi.

Patut disyukuri banyak pejuang bangsa, yang Insya Allah tetap setia berkarya dibarisan para pembangun negeri ini. Seperti anggota TNI/POLRI yang menjalankan tugas di perbatasan untuk menegakkan kedaulatan wilayah Indonesia. Para guru, bidan maupun dokter yang berbakti di daerah terpencil. 

Para PNS yang bekerja disemua bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah dan para pekerja swasta, relawan yang telah berjuang dengan tulus dan ikhlas, membangun bangsa dalam kebersamaan dan persatuan. Diharapkan setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok,  sehingga kebahagiaan bersama dapat kita raih.

Lari tertatih pasangan angsa, Ditepi sawah berliku-liku. Mari raih kejayaan Bangsa, Bekerjasama bahu membahu

Apel diikuti oleh peserta terdiri dari siswa SMP, SMA, dinas, POLRI/TNI serta jajaran Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kab Subang. Bertindak sebagai Komandan Upacara Kapten Asum Sudarso dan Kodim m0605/Subang dan petugas pengibar bendera Paskibra Kab Subang dan Paduan suara dari SMA 2 Subang. (Teddy)

Pantai Ganting Minimnya Fasilitas Pendukung

SIMEULUE - Satu lagi objek wisata yang sering dikunjungi masyarakat Kabupaten Simeulue pada hari libur maupun hari libur nasioanl yakni Pantai Ganting yang terletak di Desa Ganting Kecamatan Simeulue Timur dapat ditempuh perjalanan sekitar  15 – 20 menit dari pusat kota sinabang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat berjarak ± 10 Km.

Namun, pantai ganting ini masih minim fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung  yang belum memadai.

Padahal, objek wisata pantai ganting tersebut merupakan daerah pantai dan laut yang membutuhkan sarana keamanan untuk mengawasi segala kemungkinan terutama pengunjung yang sedang menikamati mandi di laut serta belum tersedianya cinderamata bagi pengunjung yang ingin membeli sebagai oleh-oleh atau buah tangan.[MON]

Mutiara Al Qur'an

 

Copyright © 2012. Walimedia - All Rights Reserved